×

Pencarian

PT Cikal Kencana Jaya Bantah Terlibat Polemik Produksi Minyak Goreng di Bengkulu

KABARDARING.ID – Polemik produksi minyak goreng di Bengkulu kian terbuka lebar. Setelah sebelumnya PT Minyakku Sawit Indonesia memberikan klarifikasi, kini giliran PT Cikal Kencana Jaya membantah keterlibatan dalam polemik produksi dan pengemasan minyak goreng yang tengah viral.

Melalui surat pernyataan resmi tertanggal 13 Mei 2026, manajemen PT Cikal Kencana Jaya menegaskan tidak mengetahui dan tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas produksi minyak goreng yang disebut dalam video viral tersebut.

“Kami tidak pernah mengetahui perihal tersebut dan tidak ada sangkut paut atas permasalahan tersebut dengan perusahaan kami,” tulis Direktur Utama PT Cikal Kencana Jaya dalam surat klarifikasi yang diterima redaksi, Rabu (13/5).

Perusahaan juga menyatakan tidak pernah memproduksi merek minyak goreng sebagaimana yang disebut dalam polemik tersebut, serta tidak pernah memberikan izin maupun bekerja sama dengan pihak manapun terkait produksi dan pengemasan minyak goreng dimaksud.

Selain itu, manajemen mengaku tidak mengenal pihak-pihak yang muncul maupun terlibat dalam video yang beredar.

Dalam klarifikasinya, PT Cikal Kencana Jaya menyebut hanya memproduksi minyak goreng kemasan bermerek ALMITA yang telah terdaftar secara resmi dan memiliki legalitas lengkap.

Perusahaan menegaskan produk ALMITA merupakan minyak goreng premium non-subsidi yang telah memiliki perizinan dan terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Manajemen PT Cikal Kencana Jaya juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Bengkulu dan Balai Pengawas Obat dan Makanan Bengkulu atas pengungkapan kasus tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan tim Polda Bengkulu dan BPOM Bengkulu dalam mengungkap kasus tersebut,” tulis perusahaan.

PT Cikal Kencana Jaya juga memastikan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang diduga menggunakan perizinan perusahaan tanpa sepengetahuan dan persetujuan manajemen. ***