KABARDARING.ID – Suasana Idulfitri 1447 Hijriah di Jalur Gaza berlangsung dalam bayang-bayang konflik yang belum mereda. Di tengah puing bangunan dan keterbatasan fasilitas, ribuan warga Palestina tetap melaksanakan salat Id sebagai wujud keteguhan iman dan solidaritas sosial.
Sejak pagi hari, masyarakat memadati berbagai ruang terbuka, termasuk Lapangan Al-Saraya, yang menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan salat. Banyak masjid tak lagi dapat digunakan setelah mengalami kerusakan parah akibat serangan yang terjadi sejak akhir 2023.
Meski kondisi serba terbatas, tradisi Idulfitri tetap dijalankan. Warga berkumpul bersama keluarga, saling bermaafan, hingga berziarah ke makam kerabat sebagai bagian dari kebiasaan yang terus dijaga di tengah situasi sulit.
Namun, perayaan tahun ini juga diwarnai kabar duka. Sehari sebelum Idulfitri, serangan udara dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil. Di sisi lain, pihak militer Israel menyebut operasi yang dilakukan menyasar individu yang dianggap sebagai ancaman keamanan.
Sejumlah tokoh lokal, termasuk Ismail Radwan, terlihat memimpin jalannya salat Id di Lapangan Al-Saraya. Pengamanan di beberapa titik juga diperketat oleh kelompok bersenjata setempat guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar.
Di wilayah Yerusalem Timur, pembatasan akses turut memengaruhi pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa. Banyak warga akhirnya melaksanakan ibadah di sekitar kawasan Kota Tua akibat keterbatasan akses masuk.
Tak hanya aspek keagamaan, tekanan juga dirasakan di sektor ekonomi. Pembatasan aktivitas di sejumlah wilayah membuat banyak pedagang tidak dapat membuka usaha, sehingga pendapatan mereka menurun drastis menjelang hari raya.
Data lokal menunjukkan lebih dari 1.100 dari sekitar 1.240 masjid di Gaza mengalami kerusakan. Kondisi ini semakin mempersempit ruang ibadah bagi masyarakat yang kini harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan.
Di tengah segala tekanan tersebut, warga Gaza tetap menunjukkan ketahanan luar biasa. Idulfitri bukan hanya perayaan, tetapi juga simbol harapan dan kekuatan spiritual untuk bertahan dalam situasi yang belum menentu. ***

