×

Pencarian

Dari Susu 2 Liter hingga MBG ke Arab Saudi, Jejak Kontroversi Dadan Hindayana Sebelum Dicopot

KABARDARING.ID – Nama Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang dicopot Presiden Prabowo Subianto, kembali menjadi sorotan publik. Sebelum pencopotan itu terjadi, sejumlah pernyataan dan kebijakan Dadan kerap memicu kontroversi dan perdebatan di tengah masyarakat.

Sejumlah pernyataannya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan anggaran, hingga rencana perluasan program ke luar negeri ramai diperbincangkan publik dan viral di media sosial.

Heboh Imbauan Minum Susu Dua Liter Sehari

Salah satu pernyataan yang menuai kritik adalah imbauan konsumsi susu hingga dua liter per hari. Dadan menyebut hal itu berdasarkan pengalamannya terhadap kedua anaknya yang mengalami pertumbuhan tinggi badan setelah rutin mengonsumsi susu dalam jumlah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada 26 Mei 2025.

Namun, pernyataan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat, mengingat masih banyak keluarga yang belum mampu membeli susu dalam jumlah besar.

Pengawasan Program MBG Jadi Sorotan

Selain itu, pelaksanaan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian. Sejumlah kasus dugaan keracunan makanan di beberapa daerah memunculkan pertanyaan terkait standar mutu makanan yang disalurkan kepada siswa.

Dadan sebelumnya menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan program tersebut.

Namun, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan lembaganya tidak terlibat langsung dalam pengawasan standar kelayakan dapur dan makanan, melainkan hanya menangani kasus ketika terjadi keracunan.

Anggaran Fantastis dan Pengadaan Kendaraan Disorot

Sorotan juga muncul terhadap pengadaan kendaraan sepeda motor trail listrik yang diduga merupakan model Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp 42 juta hingga Rp 56,8 juta per unit.

Publik menilai anggaran tersebut kurang tepat di tengah kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

Selain itu, BGN juga disorot terkait anggaran Rp 5,7 miliar untuk langganan layanan konferensi daring (Zoom) periode April–Desember 2026, atau sekitar Rp 633 juta per bulan.

Menanggapi hal tersebut, Dadan menjelaskan bahwa anggaran itu digunakan untuk sistem enterprise terpusat yang dikelola Pusdatin BGN, bukan sekadar aplikasi rapat biasa.

Sistem tersebut disebut mendukung sekitar 5.000 pengguna aktif dan hingga 50.000 peserta.

Program MBG Saat Ramadan Tuai Kritik

Kontroversi lain muncul saat program MBG tetap berjalan selama Ramadan 2025. Dadan menyebut makanan yang diberikan ditujukan agar siswa dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Menu yang disiapkan antara lain susu, telur rebus, kurma, buah, dan makanan tahan lama lainnya.

Namun, di lapangan, sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan menu yang dianggap sederhana, seperti roti, sereal instan, dua butir kurma, dan telur rebus, yang kemudian menuai kritik warganet.

Rencana MBG ke Arab Saudi Bikin Heboh

Pernyataan lain yang turut menjadi sorotan adalah rencana perluasan program MBG ke Arab Saudi, khususnya untuk sekolah di Jeddah.

Dadan Hindayana menyebut rencana tersebut mendapat sambutan dari pihak sekolah di sana.

“Mereka antusias menanti kedatangan saya dan ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya,” katanya yang dikutip dari Instagram @rumpi_gosip.

Ia juga menyebut adanya perbedaan biaya penyediaan makanan di Arab Saudi, yakni sekitar 15–20 riyal per porsi atau setara Rp70.000 hingga Rp94.000, dibandingkan Rp15.000 per porsi di Indonesia.

“Setelah kembali, tentu saya lapor dahulu ke presiden karena saya tidak mau mendahului,” tuturnya dikutip Beritasatu.com

Pernyataan dan kebijakan tersebut kemudian ramai diperbincangkan publik di media sosial sebelum akhirnya Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. ***