×

Pencarian

Cara Elegan Menjawab “Kapan Nikah?” Saat Lebaran, Ini Saran Psikolog UGM

KABARDARING.ID – Momen silaturahim saat Idulfitri sering kali diwarnai berbagai pertanyaan personal. Mulai dari urusan pernikahan, pasangan, anak, hingga komentar soal fisik, kerap muncul sebagai pembuka percakapan di tengah suasana kekeluargaan.

Meski terdengar sepele, pertanyaan seperti “kapan nikah?” tak jarang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Menyikapi hal ini, akademisi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Lu’luatul Chizanah, membagikan tips agar respons tetap santun tanpa menyinggung perasaan.

Menurutnya, kunci utama adalah memberikan jawaban yang asertif—tegas, namun tetap menghargai lawan bicara. Ia menyarankan untuk menghindari respons defensif atau bernada menyerang.

“Daripada menjawab ‘bukan urusanmu’, lebih baik gunakan pendekatan yang ringan namun bermakna, seperti ‘wah iya, ada saran?’,” ujarnya.

Respons semacam itu, lanjutnya, bisa menjadi cara halus untuk mengetahui apakah pertanyaan tersebut benar-benar dilandasi kepedulian atau sekadar basa-basi. Tak kalah penting, ekspresi juga berperan. Senyum yang tulus dapat membantu menjaga suasana tetap hangat.

Chizanah menjelaskan, dalam konteks budaya Indonesia, pertanyaan personal kerap dianggap wajar karena menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan. Namun, perubahan nilai sosial membuat sebagian pertanyaan tersebut kini terasa kurang relevan, terutama bagi generasi muda.

Ia juga mengingatkan, ketidaksiapan dalam menghadapi pertanyaan sensitif dapat memicu rasa terintimidasi, apalagi jika disampaikan di depan banyak orang. Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan bisa menimbulkan perasaan dipermalukan.

Dampaknya bisa lebih besar bagi individu yang memiliki kerentanan psikologis, seperti harga diri rendah atau kecemasan berlebih. Jika terus terjadi, kondisi tersebut berpotensi mendorong seseorang untuk menarik diri dari lingkungan sosial.

“Karena itu, penting untuk menyiapkan respons yang tepat, agar tetap bisa menjaga hubungan tanpa mengorbankan kenyamanan diri,” pungkasnya. ***