KABARDARING.ID – Warga Perumahan Kemiling Asri Pratama RT 22 RW 08 Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dibuat geger oleh penemuan jasad seorang pria lanjut usia di dalam rumahnya pada Kamis malam (4/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk setelah beberapa hari tak terlihat maupun dapat dihubungi.
Korban diketahui bernama Hafas Tjandra (71), warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Peristiwa yang mengundang perhatian warga ini terungkap setelah saksi bernama Agus Prayetno mendapat permintaan dari istri korban, Sugiyarti, untuk mengecek kondisi suaminya. Pasalnya, sejak Selasa (2/6/2026), korban tidak lagi bisa dihubungi.
Sekitar pukul 18.30 WIB, Agus mendatangi rumah korban dan mendapati suasana rumah gelap dengan pagar dalam keadaan tertutup. Merasa ada yang tidak beres, ia kemudian masuk melalui pintu samping yang ternyata terbuka.
Saat melakukan pengecekan menggunakan senter telepon genggam bersama beberapa warga sekitar, korban ditemukan sudah terbaring tak bernyawa di dalam rumah. Korban hanya mengenakan celana pendek abu-abu dan diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.
Kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan membuat warga sekitar terkejut. Penemuan tersebut sontak menjadi perhatian dan mengundang keramaian di lokasi kejadian.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Selebar bersama tim identifikasi langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H melalui Kapolsek Selebar AKP Bayu Heri Purwono, S.H., M.H membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
“Benar, pada Kamis malam kami menerima laporan adanya penemuan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Selebar. Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal,” ujar AKP Bayu Heri Purwono.
Ia menjelaskan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Bengkulu menggunakan ambulans untuk dilakukan visum luar guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Untuk penyebab pasti kematian korban saat ini masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan asam lambung,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan keterangan para saksi guna memastikan kronologi lengkap dan penyebab kematian korban. ***
