KABARDARING.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kasus penjambretan kembali terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bengkulu. Dalam bulan Maret 2026, sedikitnya dua insiden serupa dilaporkan terjadi dengan sasaran utama perhiasan emas milik warga.
Kejadian pertama terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026 di kawasan Pasar Panorama. Korban bernama Ilyas melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Gading Cempaka setelah emas miliknya seberat sekitar 50 gram dirampas oleh pelaku.
Dari informasi yang diperoleh, pelaku diduga berjumlah dua orang yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda MegaPro. Usai melakukan aksinya, keduanya langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Peristiwa serupa kembali terjadi pada Senin, 16 Maret 2026 di Jalan Meranti, kawasan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung. Dalam kejadian ini, korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang sedang berada di lokasi tersebut.
Pelaku yang juga diduga berjumlah dua orang berhasil mengambil emas milik korban dengan berat sekitar 10 gram. Keduanya disebut menggunakan sepeda motor yang diduga jenis Yamaha Jupiter MX dan diduga telah mengamati korban sebelum melancarkan aksinya.
Rentetan kejadian ini membuat sebagian masyarakat Kota Bengkulu merasa khawatir, terlebih menjelang Lebaran saat aktivitas masyarakat di luar rumah cenderung meningkat.
Salah seorang warga Sawah Lebar, Andi (38), mengaku resah dengan maraknya aksi kejahatan jalanan yang terjadi belakangan ini.
“Kalau mendekati Lebaran biasanya orang banyak keluar rumah untuk belanja atau berkunjung. Dengan adanya kejadian jambret seperti ini tentu membuat warga merasa tidak nyaman,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Siti (42), warga lainnya yang berharap aparat keamanan dapat memperketat pengawasan di sejumlah titik yang dianggap rawan.
“Semoga ada patroli yang lebih sering supaya masyarakat merasa lebih aman, terutama bagi ibu-ibu yang memakai perhiasan saat beraktivitas,” katanya.
Sejumlah warga pun berharap pihak kepolisian di wilayah Polresta Bengkulu dapat meningkatkan langkah pencegahan, termasuk patroli rutin di kawasan yang dinilai rawan kejahatan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada saat berada di luar rumah, khususnya ketika membawa barang berharga, serta segera melapor kepada aparat kepolisian jika melihat hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. ***
