KABARDARING.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Tujuh siswa SD Negeri 18 Kepahiang, Desa Taba Tebelet, Kabupaten Kepahiang, mendadak mengalami pusing, mual, hingga muntah-muntah usai menyantap makanan yang dibagikan melalui program tersebut, Kamis (4/6).
Peristiwa itu sontak membuat panik pihak sekolah dan orang tua murid. Pasalnya, sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan hampir bersamaan tidak lama setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan pada pagi hari.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, menu yang dibagikan kepada para siswa terdiri dari nugget dan olahan telur. Tak lama setelah makan, beberapa pelajar mulai mengeluhkan pusing, nyeri perut, mual, hingga muntah-muntah.
Melihat kondisi para siswa yang terus memburuk, pihak sekolah segera mengambil tindakan cepat dengan membawa seluruh korban ke Puskesmas Kelobak untuk mendapatkan penanganan medis.
Di puskesmas, ketujuh siswa langsung menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan. Sejumlah siswa bahkan harus dipasang infus guna mempercepat pemulihan kondisi tubuh mereka.
Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat dan menjadi perbincangan hangat, mengingat program MBG merupakan program nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.
Salah seorang keluarga korban, Yani, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan keponakannya mulai mengalami keluhan sesaat setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.
"Tadi keponakan saya makan menu MBG di sekolah. Tidak lama kemudian mengeluh pusing dan muntah-muntah, lalu dibawa ke Puskesmas Kelobak untuk mendapatkan perawatan," ujarnya.
Hingga sore hari, kondisi seluruh siswa dilaporkan mulai membaik dan berada dalam kondisi stabil. Meski demikian, mereka masih dalam pengawasan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.
Sementara itu, pihak terkait dikabarkan telah melakukan penelusuran guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap sisa makanan, bahan baku, hingga proses pengolahan dan distribusi menu MBG yang disajikan kepada para siswa.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan peserta didik serta kualitas pelaksanaan program MBG. Masyarakat kini menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang diharapkan dapat mengungkap penyebab sebenarnya di balik insiden yang membuat tujuh siswa harus menjalani perawatan medis tersebut. ***

