KABARDARING.ID – Bulan Ramadan selalu menghadirkan satu malam yang sangat dinanti umat Islam di seluruh dunia, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya keberkahan luar biasa bagi siapa saja yang menghidupkannya dengan ibadah.
Banyak umat Islam kemudian bertanya-tanya, kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar terjadi? Apakah bisa diperkirakan sejak awal Ramadan?
Meski waktu pastinya tidak diketahui, para ulama memberikan petunjuk berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW bahwa Lailatul Qadar dicari pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026
Ramadan 2026 diperkirakan dimulai sekitar 18 Februari 2026. Berdasarkan perhitungan tersebut, malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada:
Malam 21 Ramadan: sekitar 10 Maret 2026
Malam 23 Ramadan: sekitar 12 Maret 2026
Malam 25 Ramadan: sekitar 14 Maret 2026
Malam 27 Ramadan: sekitar 16 Maret 2026
Malam 29 Ramadan: sekitar 18 Maret 2026
Meski demikian, tanggal tersebut hanya perkiraan berdasarkan kalender Hijriah. Penentuan awal Ramadan tetap mengikuti keputusan resmi pemerintah atau metode hisab yang digunakan masing-masing organisasi keagamaan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan, bukan hanya menunggu satu malam tertentu.
Mengapa Malam Lailatul Qadar Sangat Istimewa
Keistimewaan Lailatul Qadar disebutkan langsung dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Qadr, yang menjelaskan bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.
Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah selama lebih dari 80 tahun.
Selain itu, malam Lailatul Qadar diyakini sebagai waktu ketika malaikat turun ke bumi membawa ketenangan dan keberkahan hingga terbit fajar.
Karena keutamaannya yang luar biasa, banyak umat Islam meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Masjid-masjid biasanya menjadi lebih ramai dengan kegiatan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Walaupun tidak ada kepastian waktu, beberapa hadis menyebutkan tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar. Di antaranya:
Suasana malam terasa tenang dan damai
Udara tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
Hati terasa lebih tenteram saat beribadah
Matahari terbit dengan cahaya lembut pada keesokan harinya
Namun, tanda-tanda tersebut tidak selalu dirasakan oleh semua orang. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap memperbanyak ibadah tanpa menunggu tanda tertentu.
Amalan yang Dianjurkan
Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat mencari malam Lailatul Qadar, di antaranya:
Salat malam (qiyamul lail) seperti tahajud dan witir
Membaca Al-Qur’an atau memperbanyak tilawah
Memperbanyak doa dan istighfar
I’tikaf di masjid untuk fokus beribadah
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada malam tersebut adalah:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan
Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui, cara terbaik untuk meraihnya adalah dengan menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Hal ini juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang memperbanyak ibadah pada akhir Ramadan dan membangunkan keluarganya agar turut beribadah.
Bagi umat Islam, momen ini menjadi kesempatan untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan memperbanyak amal kebaikan pada akhir Ramadan, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar, malam yang nilainya jauh lebih baik dibandingkan seribu bulan. ***
