KABARDARING.ID – Tekanan harga di Kota Bengkulu kembali terasa pada Februari 2026. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,74 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 108,80.
Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, menjelaskan bahwa secara bulanan (month to month/m-to-m) harga-harga naik 0,60 persen. Namun secara kumulatif tahun berjalan (year to date/y-to-d), justru masih tercatat deflasi tipis 0,12 persen.
Tekanan Terbesar dari Listrik dan Kebutuhan Rumah Tangga
Kenaikan paling signifikan terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak 18,05 persen. Kelompok ini menyumbang andil inflasi terbesar yakni 2,28 persen terhadap inflasi tahunan.
Beberapa komoditas yang menjadi pendorong utama kenaikan harga antara lain tarif listrik, emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), serta ikan dencis.
Selain sektor perumahan, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan 3,42 persen. Kenaikan ini ikut memberi tekanan pada pengeluaran masyarakat, terutama menjelang momentum konsumsi musiman.
Pendidikan dan Transportasi Tahan Laju Kenaikan
Di tengah lonjakan sejumlah komoditas, sektor pendidikan justru mencatat penurunan indeks hingga 8,31 persen. Penurunan ini menjadi penahan inflasi dengan andil deflasi 0,51 persen. Tarif SMA, harga cabai, bensin, dan tarif rumah sakit menjadi komoditas yang berperan dalam penurunan tersebut.
Untuk skala bulanan, inflasi 0,60 persen terutama dipicu kenaikan harga cabai merah dan daging ayam ras. Emas perhiasan dan ikan dencis juga turut mendorong kenaikan harga Februari ini.
Sementara itu, kelompok transportasi menyumbang deflasi kecil sebesar 0,02 persen akibat penurunan harga bensin dan beberapa kebutuhan harian lainnya.
Rilis data ini disampaikan dalam agenda Berita Resmi Statistik (BRS) yang turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi serta media di Kota Bengkulu. ***

