KABAR DARING — Universitas Bengkulu (Unib) mengawali perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2026 dengan menghadirkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu, Irjen. Pol. Mardiyono, dalam kuliah umum bertajuk Kuliah Senin. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Utama Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib, Senin (19/1/2026), dan diikuti ratusan mahasiswa lintas fakultas.
Kuliah umum ini menjadi ruang dialog antara aparat penegak hukum dan civitas akademika dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keamanan dan ketertiban sebagai fondasi pembangunan daerah.
Kehadiran Kapolda Bengkulu disambut langsung oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, didampingi Wakil Rektor II Dr. Yulian Fauzi, Wakil Rektor III Prof. Agustin Zarkani, serta jajaran dekan dan pimpinan unit kerja di lingkungan Unib.
Dalam pemaparannya, Irjen. Pol. Mardiyono menguraikan berbagai langkah dan program Polda Bengkulu dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan calon pemimpin masa depan.
Menurut Kapolda, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai-nilai kritis, moral, dan sosial di tengah masyarakat. Stabilitas keamanan, kata dia, akan sulit terwujud tanpa keterlibatan generasi muda yang sadar hukum dan memiliki kepedulian sosial.
“Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Mahasiswa adalah bagian penting dari kekuatan itu,” ujarnya.
Kapolda juga mengaitkan peran mahasiswa dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Ia menilai cita-cita tersebut hanya dapat dicapai apabila generasi muda hari ini dibekali pengetahuan, integritas, serta kemampuan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam kuliah tersebut, Irjen. Pol. Mardiyono turut mengingatkan mahasiswa agar menjauhi berbagai perilaku berisiko, seperti penyalahgunaan narkoba, judi daring, dan pelanggaran lalu lintas. Ia juga menyoroti maraknya kejahatan berbasis digital, termasuk penyebaran hoaks dan kejahatan siber, yang membutuhkan kecerdasan serta sikap kritis dalam bermedia.
“Mahasiswa harus cerdas memilah informasi. Jangan mudah terprovokasi, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Menutup kuliah umum, Kapolda Bengkulu mengajak mahasiswa Unib untuk menjadi mitra Polri dalam menumbuhkan kesadaran hukum dan menjaga kondusivitas lingkungan. Ia menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas aparat.
“Kolaborasi antara Polri dan mahasiswa adalah kekuatan besar. Jika ini terbangun dengan baik, maka keamanan dan masa depan daerah akan lebih terjaga,” pungkasnya.
Kegiatan kuliah umum diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa plakat Universitas Bengkulu dari Rektor Unib kepada Kapolda Bengkulu, disusul sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian acara. ***
