Tiga Kepala Daerah Terjaring OTT KPK di Bulan Ramadan, Pengamat: Politik Tak Menjadi Suci karena Simbol Agama
KABARDARING.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama bulan Ramadan 2026 kembali menjerat sejumlah kepala daerah. Dalam kurun waktu Ramadan tahun ini, tercatat tiga bupati dari daerah berbeda diamankan dalam operasi antirasuah tersebut.
Ketiga kepala daerah yang terjaring OTT itu adalah Fadia A Rafiq, Muhammad Fikri Thobari, dan yang terbaru Syamsul Aulia Rahman.
Menanggapi hal tersebut, pengamat media sosial Darmansyah menilai fenomena ini menjadi ironi tersendiri karena terjadi di bulan Ramadan, saat umat Islam seharusnya memperkuat pengendalian diri dan meningkatkan amal ibadah.
“Ramadan adalah bulan ketika umat Islam belajar menahan diri, menahan lapar, menahan amarah, dan menahan nafsu. Tetapi rupanya, yang paling sulit ditahan oleh sebagian orang adalah nafsu terhadap uang,” ujar Darmansyah dalam siaran pers yang diterima media.
Ia menilai penangkapan para kepala daerah tersebut menunjukkan bahwa praktik korupsi masih menjadi persoalan serius dalam dunia politik, bahkan di tengah momentum spiritual seperti bulan puasa.
Menurutnya, kondisi ini semakin ironis karena di antara partai pendukung para kepala daerah tersebut terdapat partai yang kerap membawa identitas keagamaan dalam politik, seperti Partai Keadilan Sejahtera yang disebut mendukung ketiga kepala daerah tersebut, serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendukung dua di antaranya.
“Barangkali di sinilah kita belajar satu hal sederhana, politik tidak menjadi suci hanya karena dibungkus dengan simbol agama,” katanya.
Ia menambahkan, jika integritas seorang pejabat rapuh, maka jabatan yang diemban dapat berubah menjadi ladang dosa, bahkan ketika berada di bulan yang dianggap paling suci bagi umat Islam.
Darmansyah berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik agar menjaga integritas dan amanah yang diberikan masyarakat.
“Jika integritasnya rapuh, jabatan bisa berubah menjadi ladang dosa, bahkan di bulan puasa sekalipun,” tutupnya.