KABARDARING.ID – Dampak banjir yang melanda Kota Bengkulu sejak Minggu (5/4/2026) terus meluas. Hingga Selasa pagi (7/4), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berjibaku melakukan pendataan warga terdampak di hampir seluruh wilayah kota.
Fakta mengejutkan terungkap: dari total 9 kecamatan di Kota Bengkulu, sebagian besar wilayah terdampak dengan jumlah korban yang terus bertambah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Deni, mengatakan pendataan dilakukan sejak hari pertama bencana dan hingga kini belum selesai.
“Data masih terus kami rekap. Hampir semua kecamatan terdampak banjir,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, bantuan darurat terus digelontorkan. BPBD bersama lintas instansi bergerak cepat menyalurkan kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, dan air mineral kepada warga terdampak.
Tak hanya itu, penanganan juga melibatkan berbagai pihak. Dinas Sosial menyalurkan perlengkapan pengungsian, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan pangan, sementara Dinas Kesehatan fokus pada layanan medis dan obat-obatan.
Sebaran dampak banjir pun cukup mencengangkan. Di Kecamatan Ratu Agung saja, ratusan hingga ribuan kepala keluarga terdampak, dengan Kelurahan Tebeng menjadi wilayah paling parah mencapai 745 KK.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Sungai Serut, di mana ratusan KK dan ratusan jiwa terdampak di sejumlah kelurahan seperti Tanjung Agung dan Sukamerindu.
Sementara itu, wilayah lain seperti Muara Bangkahulu, Singaran Pati, hingga Ratu Samban juga mencatat puluhan hingga ratusan KK terdampak dengan kondisi yang bervariasi.
BPBD memastikan data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya memastikan bantuan tersalurkan secara merata, meski tantangan di lapangan masih cukup besar.
Banjir kali ini menjadi salah satu yang terluas, dengan dampak hampir merata di seluruh penjuru Kota Bengkulu, dan hingga kini, proses penanganan masih terus berlangsung. ***
