KABARDARING.ID – Gelombang aspirasi mahasiswa kembali muncul di Bengkulu. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kritik terhadap situasi kebebasan sipil dan peran militer di ruang publik.
Aksi tersebut berlangsung pada Selasa (31/3/2026) di sekitar Komando Resor Militer Bengkulu. Titik kumpul massa dipusatkan di Masjid Raya Baitul Izzah pada pukul 16.00 WIB, dengan imbauan mengenakan pakaian hitam sebagai simbol solidaritas.
Seruan aksi ini menyebar melalui media sosial dalam bentuk poster bertema “Kebebasan Sipil Disikat, Demokrasi Sekarat”. Melalui gerakan tersebut, mahasiswa mengajak publik untuk lebih peduli terhadap isu-isu demokrasi dan hak sipil.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menekankan pentingnya penegakan hukum yang transparan dan independen terhadap setiap dugaan pelanggaran. Mereka juga mendorong pembentukan tim independen guna mengusut berbagai persoalan yang dinilai menyentuh kepentingan publik.
Selain itu, mahasiswa menyoroti perlunya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat, tanpa intimidasi maupun tekanan. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap regulasi yang dianggap membuka ruang keterlibatan militer di ranah sipil.
Tak hanya itu, tuntutan lain mencakup desakan agar aparat yang terlibat dalam dugaan pelanggaran dicopot dari jabatannya serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai rencana aksi tersebut. Namun, aksi ini diperkirakan akan menjadi salah satu sorotan publik di Bengkulu, mengingat isu yang diangkat menyangkut prinsip demokrasi dan kebebasan sipil. ***

