KABARDARING.ID – Kinerja Bank Bengkulu menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Bank milik pemerintah daerah tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen, sehingga total asetnya kini mencapai Rp11,19 triliun.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Bengkulu. Helmi Hasan, Gubernur Bengkulu, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja manajemen bank daerah itu yang dinilai mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi.
Menurut Helmi, keberadaan Bank Bengkulu memiliki peran penting dalam memperkuat kemampuan fiskal daerah sekaligus mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap bank milik daerah tersebut terus memperkuat transformasi dan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar mampu menghadapi tantangan industri perbankan ke depan.
“Dengan semangat transformasi, profesionalisme, dan kolaborasi, Bank Bengkulu diharapkan semakin kuat sebagai penggerak ekonomi daerah dan mitra pembangunan yang terpercaya,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Iswahyudi menjelaskan bahwa kinerja positif bank juga terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit.
Sepanjang 2025, total kredit yang disalurkan Bank Bengkulu mencapai Rp7,816 triliun, meningkat 5,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan 2,52 persen menjadi Rp8,205 triliun.
Dari sisi profitabilitas, Bank Bengkulu mencatat lonjakan laba bersih yang cukup signifikan. Sepanjang 2025, bank tersebut membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, atau meningkat 34,70 persen dibandingkan tahun 2024.
Kinerja tersebut juga ditopang oleh sejumlah indikator keuangan yang tetap berada pada level sehat. Rasio Return on Assets (ROA) tercatat 1,64 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 25,11 persen.
Selain itu, struktur permodalan bank juga semakin kuat. Hingga 31 Desember 2025, modal inti Bank Bengkulu tercatat Rp1,453 triliun, yang dinilai cukup solid untuk mendukung ekspansi bisnis secara hati-hati dan berkelanjutan.
Manajemen Bank Bengkulu juga menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, bank daerah tersebut akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga, serta para pemangku kepentingan lain, sekaligus mempercepat adaptasi terhadap perkembangan digitalisasi dan ketidakpastian ekonomi global.***
