KABARDARING.ID — Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menanggapi persoalan tersendatnya akses kendaraan pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah yang sempat menutup jalur masuk lokasi pembuangan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot mulai melakukan penimbunan dan perataan jalan menggunakan material base guna memulihkan kelancaran arus truk sampah. Penanganan ini dilakukan meski kondisi medan terbilang sulit karena struktur tanah berada di atas timbunan sampah lama.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, menjelaskan bahwa perbaikan difokuskan pada pemulihan fungsi jalan agar operasional pengangkutan sampah kembali normal. Menurutnya, stabilitas tanah memang menjadi tantangan utama, namun langkah darurat tetap dilakukan agar aktivitas tidak terhenti.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyiagakan empat hingga lima unit alat berat jenis ekskavator di area TPA. Alat tersebut disiapkan untuk merespons cepat apabila kembali terjadi penumpukan sampah di jalur akses.
Selain faktor teknis, Pemkot juga menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan TPA. Penumpukan sampah di badan jalan diduga terjadi akibat pembuangan tidak pada tempatnya, terutama saat petugas tidak berjaga, seperti pada waktu malam atau dini hari.
Langkah percepatan ini sekaligus merespons keluhan para sopir truk sampah yang sebelumnya kesulitan membuang muatan akibat tertutupnya akses TPA. Bahkan, sempat terjadi aksi protes dengan membuang sampah di sekitar Kantor Wali Kota Bengkulu.
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan perbaikan akses TPA menjadi perhatian serius. Anggaran khusus telah disiapkan untuk peningkatan kualitas jalan menuju TPA Air Sebakul agar kejadian serupa tidak terulang dan sistem pengelolaan sampah kota dapat berjalan optimal.
Dengan pengerahan alat berat dan penanganan darurat ini, Pemkot berharap antrean truk sampah dapat dihindari dan pelayanan kebersihan Kota Bengkulu tetap terjaga. ***
