×

Pencarian

Ratusan Pedagang Mulai Masuk Pasar, Penataan Pasar Minggu–Panorama Masuk Tahap Penertiban Nyata

KABAR DARING — Penataan kawasan Pasar Minggu dan Pasar Panorama Kota Bengkulu mulai menunjukkan hasil konkret. Setelah lama dipenuhi lapak liar yang memicu kemacetan dan kesemrawutan, ratusan pedagang kini mulai masuk ke dalam area pasar resmi yang telah disiapkan pemerintah.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu mencatat, hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 116 pedagang dari dua pasar utama telah resmi mendaftar dan menyatakan kesediaan menempati lapak di dalam gedung pasar.

Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Alex Periansyah, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 65 pedagang berasal dari kawasan Pasar Panorama dan 51 pedagang dari Pasar Minggu. Seluruhnya dinyatakan siap direlokasi dari badan jalan dan area terlarang ke lokasi yang lebih tertib.

“Kami mengapresiasi kesadaran pedagang yang mau patuh. Ini bukti bahwa penataan pasar bukan hal mustahil jika ada kemauan bersama,” kata Alex, Senin (19/1/26).

Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Alex Periansyah saat memberikan keterangan

Alex menegaskan, langkah para pedagang yang bersedia membongkar lapak di luar pasar secara mandiri merupakan sinyal kuat bahwa era pembiaran lapak liar mulai ditinggalkan. Pemerintah, kata dia, tidak lagi ingin kawasan pasar identik dengan macet, kumuh, dan semrawut.

Sebagai bentuk komitmen, Disperindag telah menyiapkan kios dan awning permanen di dalam Pasar Minggu dan Pasar Panorama. Fasilitas tersebut diberikan agar pedagang dapat berjualan dengan lebih aman, nyaman, dan sesuai aturan, tanpa harus menguasai ruang publik.

Penataan ini sekaligus menjadi ujian konsistensi pemerintah. Setelah pedagang yang patuh difasilitasi, sorotan kini mengarah pada mereka yang masih bertahan di luar pasar. Disperindag menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi toleransi bagi aktivitas jual beli yang melanggar zona dan mengganggu ketertiban umum.

Dengan relokasi ini, Pemkot Bengkulu menargetkan arus lalu lintas di sekitar pasar kembali lancar, wajah kota lebih tertata, serta aktivitas ekonomi berjalan tanpa mengorbankan hak pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat. ***