×

Pencarian

Golkar Bersihkan Fraksi DPRD Bengkulu, Sumardi Terjepit di Kursi Ketua

KABAR DARING — Mesin politik Partai Golkar di Bengkulu resmi dipanaskan. Di tengah sengketa Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua DPRD Bengkulu, DPD Golkar Provinsi Bengkulu tiba-tiba membongkar total pimpinan Fraksi Golkar di parlemen.

Langkah ini dibaca sebagai manuver strategis untuk mempercepat pencopotan Sumardi dari kursi Ketua DPRD Provinsi Bengkulu.

Sekretaris DPD Golkar Bengkulu, Yudi Harzan, mengumumkan perombakan pimpinan fraksi. Susman Hadi ditunjuk sebagai Ketua Fraksi menggantikan Mahdi Husen, sementara posisi Sekretaris kini dipegang Juhaili.

Perubahan itu bukan sekadar rotasi rutin.

“Ini hasil evaluasi dan rapat harian terbatas DPD Golkar. Fraksi harus solid dan cepat merespons arahan partai,” kata Yudi, dikutip Rakyat Merdeka, pada Senin (12/1/2025).

Namun di balik bahasa “penyegaran”, aroma operasi politik tak bisa disembunyikan.

Fraksi Golkar adalah gerbang administratif menuju Banmus dan paripurna dua ruang yang menentukan sah atau tidaknya pergantian Ketua DPRD.

Sumardi Melawan: “Saya Tidak Pernah Dilanggar!”

Sumardi tak tinggal diam. Ia memastikan akan melawan keputusan DPP Golkar yang memerintahkan PAW terhadap dirinya.

Ia mengklaim tidak pernah melanggar AD/ART maupun kode etik partai.

“Saya tidak pernah menerima SP 1, SP 2, atau SP 3. Lalu apa dasar mereka mencopot saya?” tegas Sumardi.

Ia bahkan telah mengajukan sanggahan dan berencana menggugat serta meminta Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mencabut keputusan tersebut.

“Saya loyal. Saya bekerja untuk partai. Saya ingin tahu, apa sebenarnya motif di balik ini?”

Fraksi Dibersihkan, Jalur PAW Diamankan

Kuasa hukum Sumardi, Zetriansyah, menyebut perombakan Fraksi Golkar bukan kebetulan.

Menurutnya, ini adalah upaya menguasai jalur rapat dan mengamankan skenario PAW lewat Banmus dan Paripurna DPRD.

“Dengan struktur fraksi baru, mereka bisa mengendalikan agenda. Tapi selama perkara ini masih berjalan di pengadilan, pergantian pimpinan DPRD tidak sah,” katanya.

Ia menegaskan, semua pihak wajib tunduk pada proses hukum.

Nama Pengganti Sudah Disiapkan

Di saat Sumardi masih bertarung, DPP Golkar sudah melangkah jauh.
Dalam surat resmi yang ditandatangani Bahlil Lahadalia, Golkar menetapkan Samsu Amanah sebagai calon Ketua DPRD Bengkulu pengganti Sumardi hingga 2029.

Samsu bukan figur sembarangan.
Ia adalah Ketua Panitia Musda XI Golkar Bengkulu yang mengantarkan Samsurachman menjadi Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu periode 2025–2030.

Artinya, lingkaran kekuasaan baru di Golkar Bengkulu kini sudah terkunci rapat.

Pertarungan Masuk Fase Penentuan

Dengan fraksi telah “dibersihkan”, pengganti sudah disiapkan, dan palu partai sudah diketok, Sumardi kini berada dalam posisi paling terjepit sejak ia duduk di kursi Ketua DPRD.

Satu pertanyaan besar menggantung di Bengkulu, Akankah hukum menghentikan operasi politik Golkar, atau palu partai lebih dulu menjatuhkan Sumardi?