KABAR DARING – Kawasan Taman Berkas bersiap meninggalkan wajah lamanya. Pemerintah Kota Bengkulu kini mulai menyulap ruang publik di tepi Pantai Panjang itu menjadi destinasi wisata yang lebih bersih, tertata, dan ikonik.
Di tengah debur ombak dan angin pantai, sebuah ikon baru akan segera berdiri: Patung Ikan Kerapu, simbol laut Bengkulu yang dirancang menjadi magnet wisata, sekaligus spot swafoto baru bagi para pengunjung.
“Ini bukan sekadar patung. Ini identitas kota,” ujar Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang. Ia menyebut Patung Ikan Kerapu akan menjadi landmark baru, dilengkapi tugu Camkoha yang memperkaya visual kawasan.
Namun perubahan ini tak hanya soal estetika.
Pemkot juga tengah membersihkan Taman Berkas dari lapak-lapak liar yang selama ini menyita ruang publik. Trotoar, jalur hijau, hingga area santai pengunjung akan dikembalikan ke fungsi aslinya.
“Kami tidak melarang orang berjualan. Yang kami hentikan adalah penguasaan lahan publik oleh segelintir orang,” tegas Sahat.
Para pedagang akan dipindahkan ke zona kuliner khusus yang lebih rapi, teratur, dan tetap strategis untuk melayani wisatawan. Dengan begitu, ekonomi tetap berjalan, namun wajah pantai tidak lagi semrawut.
Sementara itu, Plt Kadispar Bengkulu, Nina Nurdin, menegaskan bahwa kawasan taman dan jalur hijau adalah zona steril dari aktivitas jual-beli sesuai aturan daerah. Penertiban dilakukan setelah melalui sosialisasi dan peringatan berulang.
Dengan hadirnya ikon laut raksasa dan tertibnya kawasan, Taman Berkas ditargetkan menjadi etalase baru pariwisata Bengkulu—tempat orang datang, berfoto, bersantai, dan kembali lagi.
Dari taman biasa, Bengkulu sedang membangun ruang wisata yang bercerita. ***

