KABAR DARING - Banjir bandang yang terjadi di Hulu Sungai Balas, Desa Sukamerindu, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Rejang Lebong, Bengkulu, menelan korban jiwa. Warga bernama Tok Bin DI, warga Desa Lubuk Belimbing II, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (31/12/2025) pagi di pinggir aliran Air Meles, Desa Sukamerindu.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir melalui Kapolsek Kota Padang, Iptu M. Azhara membenarkan informasi tersebut. Sehari sebelum ditemukan, korban dinyatakan hanyut saat hujan deras.
Dalam laporan yang masuk ke kepolisian, korban saat itu menjalani rutinitas ke kebun. Namun, saat hendak pulang ke rumah ia menyeberangi sungai yang tengah meluap dan terjadi banjir deras.
"Karena banjir kencang, diduga tubuh korban terseret dan hanyut," kata Kapolsek.
Terpisah, Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri Thobari, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warganya.
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pagi hari ini kami mendapatkan kabar duka, salah satu warga kami di Kecamatan Sindang Beliti Ilir yang malam tadi tertimpa musibah banjir, diinformasikan satu orang korban meninggal dunia,” ujar Bupati dalam keterangan persnya.
Bupati menegaskan bahwa dirinya dan jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong turut berduka cita serta mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
“Kami ikut berbela sungkawa, ikut berduka, dan mendoakan semoga almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkas Politisi PAN itu.
Berdasarkan data sementara, banjir melanda Desa Belimbing I, Desa Sari Pulau, dan Desa Sukamerindu akibat tanggul jebol, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (30/12/2025) kemarin.
Air setinggi kurang lebih satu meter menggenangi permukiman warga serta merusak sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan saluran drainase.
Di Desa Belimbing I, banjir berdampak pada sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) dengan estimasi kerugian sementara mencapai Rp100 juta.
Sementara di Desa Sari Pulau, tercatat 3 KK terdampak dengan estimasi kerugian sekitar Rp50 juta, akibat kerusakan barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga milik warga atas nama Kristianto (39), Bambang Irawan (43), dan Hamdani (28).
Adapun di Desa Sukamerindu, banjir berdampak pada 18 KK serta merusak lahan persawahan warga yang siap panen. Beberapa petani terdampak antara lain Heli Putra (24 hektare), Nurani (V» hektare), dan Endi (vb hektare). Kerugian sektor pertanian masih dalam proses pendataan karena tanaman padi diperkirakan siap panen dalam enam hari kedepan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rejang Lebong M. Budianto menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus bersiaga dan melakukan koordinasi lintas instansi.
Laporan kejadian banjir ini telah disampaikan kepada Kepala BNPB, Gubernur Bengkulu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Bupati Rejang Lebong, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong sebagai bentuk koordinasi lintas pemerintahan dalam penanganan bencana. ***
