Ada Dugaan Permainan di SPMB Online? Kadis Dikbud Zulhendri Beri Jawaban Tegas

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Zulhendri/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Jumat, 05 Juni 2026 | 01:22:31 WIB

KABARDARING.ID – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online di Provinsi Bengkulu menuai banyak keluhan dari masyarakat. Sejumlah calon peserta didik mengaku akun mereka belum diverifikasi, padahal waktu pendaftaran hanya tersisa beberapa hari lagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menegaskan bahwa proses verifikasi data siswa sejatinya menjadi tanggung jawab sekolah asal atau SMP tempat siswa sebelumnya bersekolah.

"Verifikasi data siswa seharusnya dilakukan oleh sekolah asal. Namun dalam praktiknya masih ada sekolah yang belum memfasilitasi proses tersebut," ujar Zulhendri.

Menurutnya, sekolah tujuan sebenarnya juga memiliki kewenangan untuk melakukan verifikasi. Namun banyak pihak yang justru mengarahkan masyarakat ke kantor Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu.

Akibatnya, terjadi penumpukan calon peserta didik yang datang untuk meminta bantuan verifikasi data.

"Karena itu Dinas Dikbud harus membantu masyarakat yang datang dengan memverifikasi seluruh calon murid yang telah mengajukan permohonan," tegasnya.

Sistem Online Diprotes, Kenapa Tetap Dijalankan?

Di tengah berbagai keluhan yang muncul, masyarakat juga mempertanyakan kesiapan sistem SPMB Online yang dinilai masih menyisakan sejumlah kendala teknis.

Menjawab hal tersebut, Zulhendri menegaskan bahwa penggunaan sistem digital merupakan bagian dari tuntutan transformasi layanan publik di era digitalisasi.

"SPMB Online bukan sesuatu yang baru. Sistem ini sudah diterapkan selama lebih dari lima tahun. Karena itu, pelaksanaannya tetap harus memanfaatkan platform digital sesuai perkembangan zaman," jelasnya.

Menurutnya, berbagai penyempurnaan terus dilakukan agar sistem penerimaan peserta didik semakin efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Ada Permainan Operator dan Sekolah? Ini Jawaban Tegas Kadis Dikbud

Keluhan masyarakat juga memunculkan pertanyaan terkait kemungkinan adanya praktik permainan yang melibatkan operator maupun pihak sekolah dalam proses SPMB Online.

Menanggapi hal itu, Zulhendri menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah pencegahan agar proses penerimaan murid baru berjalan sesuai aturan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mewajibkan seluruh pihak terkait menandatangani Pakta Integritas sebelum pelaksanaan SPMB dimulai.

"Penandatanganan Pakta Integritas merupakan upaya untuk mencegah terjadinya praktik-praktik yang tidak sesuai aturan. Selain itu, seluruh mekanisme telah diatur melalui petunjuk teknis yang jelas dan rinci," katanya.

Ia menegaskan seluruh operator wajib melakukan verifikasi berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dan tidak boleh keluar dari aturan yang berlaku.

"Semua operator harus bekerja sesuai juknis dan melakukan verifikasi berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan," tutup Zulhendri.

Reporter: Redaksi