Cuaca Ekstrem dan Polusi Udara Picu Lonjakan ISPA, Rumah Sakit Mulai Penuh Pasien
KABARDARING.ID – Perubahan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai berdampak pada meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dalam beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan puskesmas dilaporkan mengalami lonjakan pasien dengan keluhan batuk, sesak napas, flu berat hingga radang tenggorokan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Rina Marlina, mengatakan kualitas udara yang memburuk menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus gangguan pernapasan di masyarakat.
“Perubahan cuaca yang tidak menentu ditambah paparan polusi udara membuat daya tahan tubuh masyarakat menurun. Saat ini kasus ISPA memang mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya,” ujar dr. Rina, Minggu (24/05/2026).
Sementara itu, Dokter Spesialis Paru RSUD Mohammad Hoesin Palembang, dr. Andika Pratama Sp.P, menjelaskan bahwa kelompok anak-anak dan lansia menjadi yang paling rentan terdampak kondisi tersebut.
“ISPA sering dianggap penyakit biasa, padahal jika terlambat ditangani bisa berkembang menjadi infeksi paru yang lebih serius, terutama bagi pasien dengan riwayat asma dan perokok aktif,” jelasnya.
Selain faktor polusi, cuaca panas ekstrem yang berubah mendadak menjadi hujan deras juga dinilai memicu penurunan kondisi fisik masyarakat. Beberapa rumah sakit di kota besar bahkan mulai mengalami peningkatan antrean pasien rawat jalan akibat gangguan pernapasan.
Pemerintah daerah kini mulai menggencarkan penyemprotan jalan, penghijauan kawasan padat kendaraan, serta kampanye penggunaan masker di ruang terbuka untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.
Pengamat kesehatan lingkungan dari Universitas Sriwijaya, Prof. Dedi Kurniawan, menilai fenomena ini menjadi alarm serius bagi pemerintah dan masyarakat.
“Ancaman kesehatan hari ini bukan hanya virus, tetapi juga kualitas lingkungan yang terus memburuk akibat aktivitas manusia sendiri,” tegasnya. ***