Harga Sawit Bengkulu Anjlok Drastis, Pemprov Panik Gelar Rapat Darurat; Mian: Jangan Ada Permainan Pabrik!

Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat dengan menggelar rapat bersama seluruh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan kabupaten/kota, Jumat (22/5), secara daring dari Kantor Gubernur Bengkulu/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 | 19:06:10 WIB

KABARDARING.ID – Menindaklanjuti keluhan petani sawit terkait turunnya harga tandan buah segar (TBS) di Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat dengan menggelar rapat bersama seluruh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan kabupaten/kota, Jumat (22/5), secara daring dari Kantor Gubernur Bengkulu.

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, tersebut difokuskan untuk memberikan kepastian, keteduhan, dan ketenangan kepada masyarakat, khususnya para petani sawit yang mulai resah akibat anjloknya harga TBS di sejumlah daerah.

“Kita melaksanakan rapat ini untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah. Pemerintah saat ini membutuhkan transparansi, tidak ada lagi ekspor titip-titip, data yang tidak tercatat di negara, maupun praktik mark up. Ini harus kita berikan pengertian kepada masyarakat,” kata Mian.

Mian menyebut, faktor penyebab turunnya harga sawit di Sumatra, khususnya Bengkulu, masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Karena itu, ia meminta seluruh kepala dinas di kabupaten/kota turun langsung ke pabrik kelapa sawit guna mencari tahu penyebab penurunan harga di tingkat petani.

“Ini menjadi perhatian bagi kepala dinas di daerah agar pabrikan kelapa sawit tidak sekonyong-konyong menjatuhkan harga di tingkat petani sebelum ada kebijakan resmi. Apalagi penurunannya sangat drastis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mian menegaskan bahwa kebijakan yang dibuat Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk melindungi petani sawit di Indonesia sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kita yakin kebijakan Presiden Prabowo ini untuk mengontrol ekonomi kita,” imbuhnya.

Selain itu, Mian mengungkapkan dirinya akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat untuk menemui masyarakat dan petani sawit guna memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi.

“Menindaklanjuti arahan gubernur, nanti saya akan turun langsung ke masyarakat dan petani sawit untuk memberikan pemahaman yang didorong oleh pemerintah provinsi,” tutupnya.

Untuk diketahui, harga ketetapan TBS sawit saat ini berada di angka Rp3.465 per kilogram. Namun, dalam dua hari terakhir, sejumlah petani sawit di beberapa kabupaten mengeluhkan harga TBS yang mengalami penurunan tajam di tingkat pabrik maupun pengepul. ***

Reporter: Redaksi