Kasus Obesitas dan Diabetes Naik Tajam, Kemenkes Ingatkan Bahaya “Diabesity” di Indonesia
KABARDARING.ID – Isu kesehatan tentang meningkatnya kasus obesitas dan diabetes di Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Bahkan, istilah “diabesity” atau gabungan diabetes dan obesitas kini ramai dibahas setelah disebut sebagai ancaman baru kesehatan masyarakat di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.
Peningkatan kasus tersebut dipicu pola hidup modern yang dinilai makin tidak sehat, mulai dari kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, hingga tingkat stres yang tinggi.
Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa obesitas kini bukan lagi sekadar persoalan penampilan, melainkan faktor utama berbagai penyakit serius seperti diabetes, stroke, hingga penyakit jantung.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan prevalensi obesitas dan diabetes di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Saat ini satu dari empat orang dewasa mengalami obesitas dan satu dari sepuluh orang menderita diabetes,” ujar Dante.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terus meningkat, usia penderita diabetes diperkirakan akan semakin muda akibat tingginya angka obesitas di masyarakat.
Fenomena diabesity juga dinilai menjadi ancaman serius karena berdampak terhadap pembiayaan kesehatan nasional. Penyakit yang berkaitan dengan obesitas dan diabetes disebut menghabiskan biaya kesehatan hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.
Selain itu, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa seseorang dengan tubuh terlihat normal juga tetap bisa berisiko terkena diabetes akibat tingginya kadar lemak tubuh atau dikenal dengan istilah TOFI (thin outside, fat inside).
Pemerintah kini mendorong masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat, memperbanyak aktivitas fisik, mengurangi konsumsi minuman manis, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Kemenkes juga menargetkan penguatan program promotif dan preventif agar kasus obesitas dan diabetes tidak terus meningkat, terutama di kalangan usia muda.
Sebelumnya, pakar kesehatan menyebut “diabesity” menjadi ancaman baru kesehatan masyarakat di Asia-Pasifik akibat meningkatnya kasus obesitas dan diabetes dalam beberapa tahun terakhir. ***