Ekonom Sentil Prabowo soal Dolar: Orang Utan Saja Ikut Terdampak

Ilustrasi/Net
Penulis: Redaksi
Minggu, 17 Mei 2026 | 11:46:44 WIB

KABARDARING.ID - Kondisi perekonomian Indonesia semakin mengkhawatirkan dengan tirapnya nilai tukar rupiah yang sudah tembus Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kendati mata uang Garuda sudah terjerembab, Presiden Prabowo masih mencoba menenangkan masyarakat seraya menyebut rakyat di desa tidak pakai dolar, sehingga ngapain panik.

Pernyataan Prabowo yang seolah ingin menyederhanakan kondisi perekonomian yang mulai carut marut itu mendapat tanggapan dari ekonom Prof. Fery Latuihin.

Dia menilai pernyataan Prabowo yang menyebut orang desa tidak pakai dolar menunjukkan orang nomor satu di Indonesia itu sudah mendapatkan informasi yang salah dari orang-orang terdekatnya terkait dampak kenaikan nilai tukar dolar terhadap masyarakat.

Prof. Fery Latuihin mengatakan, meski rakyat desa tidak memegang langsung mata uang dolar, tetapi rakyat Indonesia di desa tetap terdampak langsung anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Salah pak, kalau dolar naik semua orang kena pak. Orang utan juga kena pak," kata Ferry dikutip dari akun X Hendri Satrio, Sabtu (16/5/2025)

Ia menjelaskan, Indonesia masih bergantung pada impor sejumlah kebutuhan penting seperti BBM, gula, kedelai, hingga pangan tertentu yang pembayarannya menggunakan dolar AS.

Menurutnya, ketika nilai dolar dan harga minyak dunia naik, dampaknya akan merembet ke harga kebutuhan pokok sampai tingkat konsumen.

"Impor BBM itu bayar pakai apa pak kalau bukan dolar? Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena pak. Dolar naik, harga minyak naik emang produksi enggak pakai minyak pak? Itu akan dipasang ke harga konsumen akhir ya sampai sekarang minyak goreng aja pak itu udah naik 25 persen loh. Yang harga 36 ribu udah 45 ribu," jelasnya seperti dikutip dari Instagram Hendri Satrio.

Ferry menambahkan masyarakat desa tetap terdampak karena mereka menggunakan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang harga produksinya ikut terpengaruh kurs dolar.

"Memang mereka tidak pegang dolar, pegang rupiah juga kadang-kadang kok namanya orang desa enggak punya income apa-apa tapi kalau bapak bilang orang desa tidak pegang dolar dan tidak menjadi korban daripada dolar, bapak salah," katanya.

Di akhir pernyataannya, Ferry menyebut Prabowo kemungkinan mendapatkan informasi yang tidak tepat dari lingkungan sekitarnya.

"Bapak dibohongin oleh orang-orang bapak," tutupnya dikutip Fajar Sulsel.

Prabowo Tanggapi Santai Ambruknya Kurs Rupiah

Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.600 per dolar AS.

Ia justru menyindir pihak yang terlalu cepat menyimpulkan Indonesia akan krisis hanya karena kurs melemah.

"Ada yang selalu, entah apa saya nggak ngerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps. Akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dolar begini," ujar Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026.

"Rakyat Desa Nggak Pakai Dolar" katanya.

Pernyataan Lawas Prabowo Kembali Diungkit

Unggahan lawas Presiden RI Prabowo Subianto soal penyebab pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali viral dan menjadi sorotan. Sejumlah pemengaruh atau influencer terkenal juga setuju dengan unggahan Prabowo di akun pribadi X (Twitter) pada 2013 silam.

Unggahan Prabowo Subianto kembali mencuat saat rupiah anjlok tertekan dolar hingga ke level Rp17.512 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (12/5/2026).

Unggahan Prabowo Subianto di X pada tahun 2013 lalu pun kembali mencuat di tengah pelemahan rupiah hari ini. Saat itu, Prabowo belum menjadi presiden dan belum masuk di pemerintahan.

Pada era pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo membuat cuitan mengenai pandangannya terhadap nilai tukar rupiah. Dia menilai pelemahan rupiah yang mendekati level Rp12.000 per dolar AS adalah dampak dari salah urus negara.

Menurutnya, hampir semua nilai tambah yang dimiliki Indonesia hanya dinikmati bangsa asing.

“Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing,” tulis Prabowo 11 Desember 2013 lalu.

Pernyataan lama tersebut kini kembali dikaitkan dengan kondisi rupiah yang berada jauh di atas level saat cuitan itu dibuat. Warganet kemudian membandingkan situasi ekonomi saat ini dengan kritik yang pernah dilontarkan Prabowo ketika masih berada di luar pemerintahan.

Rupiah Melemah, Media Sosial Ramai Kritik Pemerintah

Pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.500 per dolar AS memicu beragam reaksi di media sosial.

Beberapa pemengaruh atau influencer yang aktif di platform X seperti Pandji Pragiwaksono dan Fiersa Besari mengunggah ulang postingan lawas Prabowo.

Komika Pandji Pragiwaksono misalnya, mengunggah ulang atau repost komentar lawas Prabowo di X dengan menambahkan tulisan “Sepakat”.

Musisi Fiersa Besari juga mengunggah ulang postingan Prabowo di akun X tanpa memberi komentar apapun. ***

Reporter: Redaksi