KABARDARING.ID — Kopi Bengkulu bersiap “naik kelas”! Pemerintah Provinsi Bengkulu kini tancap gas mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan ini mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Langkah strategis ini akan diperkuat dalam kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy pada 23–24 April mendatang. Pertemuan tersebut digadang-gadang menjadi momentum penting bagi masa depan kopi Bengkulu.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengungkapkan bahwa sektor agribisnis kopi menjadi fokus utama pembahasan. Pemerintah ingin mendorong pengolahan lanjutan (hilirisasi) agar nilai tambah kopi lokal meningkat signifikan.
Tak tanggung-tanggung, Rachmat Pambudy dijadwalkan langsung bertemu pelaku usaha kopi, mulai dari petani, eksportir hingga pemilik kedai untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan arah pengembangan yang lebih konkret.
Sebagai informasi, Bengkulu merupakan salah satu sentra kopi robusta terbesar di Sumatra dengan luas lahan mencapai 85.703 hektare, tersebar di wilayah seperti Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong.
Kopi Bengkulu dikenal punya cita rasa khas kuat, autentik, dan dipengaruhi kondisi geografis serta proses pengolahan alami yang masih dijaga para petani.

Persiapan kunjungan ini juga telah dimatangkan bersama Indra Cahyadinata di Universitas Bengkulu. Rencananya, agenda utama akan dipusatkan di Gedung Serba Guna kampus tersebut, bertepatan dengan peringatan HUT ke-44 Unib.
Acara ini diperkirakan dihadiri 1.500 hingga 2.000 peserta dari kalangan mahasiswa dan sivitas akademika, menjadi panggung besar bagi Bengkulu untuk menunjukkan potensi kopinya ke level yang lebih tinggi.
Dengan dorongan langsung dari pusat, kopi Bengkulu kini tak lagi sekadar komoditas, tapi siap jadi pemain serius di pasar global. ***