Bengkulu Tengah Ngebut Kejar UHC! Rachmat Riyanto Soroti Peserta BPJS “Tak Aktif”

Forum Komunikasi bersama BPJS Kesehatan yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Selasa (14/4/2026)./KabarDaring.ID
Penulis: Ogi Mansyah
Rabu, 15 April 2026 | 09:05:13 WIB

KABARDARING.ID – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah bergerak cepat dalam mengoptimalkan Universal Health Coverage (UHC) dengan fokus pada peningkatan keaktifan peserta JKN-KIS.

Upaya ini dibahas dalam Forum Komunikasi bersama BPJS Kesehatan yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Selasa (14/4/2026). Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Rachmat Riyanto, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bengkulu Syafrudin Imam Negara, Sekda Tomi Marisi, serta jajaran OPD terkait.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program JKN-KIS tidak hanya diukur dari jumlah peserta terdaftar, tetapi juga dari tingkat keaktifan mereka dalam memanfaatkan layanan kesehatan.

“Capaian kepesertaan kita memang sudah di atas 100 persen. Namun tantangan kita sekarang adalah memastikan peserta tetap aktif. Di sinilah pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” tegas Rachmat.

Forum Komunikasi bersama BPJS Kesehatan yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Selasa (14/4/2026)

Ia juga menekankan perlunya penyesuaian kuota peserta di setiap tingkatan pemerintahan agar program jaminan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bengkulu, Syafrudin Imam Negara, menyebut forum ini sebagai langkah strategis dalam merumuskan kebijakan konkret untuk memperkuat implementasi UHC di daerah.

Ia mengungkapkan, masih ditemukan ketidaksesuaian data pada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari APBN. Akibatnya, sebagian peserta yang seharusnya ditanggung pemerintah pusat justru masih membebani anggaran daerah.

“Kami mendorong sinkronisasi data. Masyarakat pada desil 1 hingga 5 seharusnya ditanggung penuh melalui APBN, sehingga anggaran daerah bisa dialihkan untuk masyarakat lain yang belum tercover,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Bengkulu Tengah juga memperkuat dukungan melalui program kolaboratif seperti Srikandi, yang melibatkan perusahaan dan berbagai organisasi dalam membantu pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat.

Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah-langkah strategis yang terintegrasi untuk meningkatkan cakupan sekaligus keaktifan peserta JKN-KIS, sehingga target UHC di Bengkulu Tengah dapat tercapai secara maksimal. ***

Reporter: Ogi Mansyah