Wakapolsek Taba Penanjung Meninggal Saat Bertugas di Operasi Ketupat Nala 2026

Kabid Humas Polda Bengkulu, Ichsan Nur/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Rabu, 18 Maret 2026 | 00:39:38 WIB

KABARDARING.ID – Kabar duka datang dari jajaran kepolisian di Bengkulu. Wakapolsek Taba Penanjung, Rodi Pasha, meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Nala 2026.

Kabar wafatnya perwira polisi tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu, Ichsan Nur, yang menyampaikan belasungkawa atas nama Kapolda Bengkulu Mardiyono dan seluruh jajaran kepolisian.

“Atas nama pimpinan dan keluarga besar Polda Bengkulu, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Ichsan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 10.15 WIB di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Nala milik Polres Bengkulu Tengah yang berada di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Sebelum kejadian, Rodi Pasha yang menjabat sebagai Wakapolsek Taba Penanjung diketahui sedang dalam perjalanan dari Kota Bengkulu menuju Pos Pengamanan Liku Sembilan untuk menjalankan tugas pengamanan arus mudik.

Namun saat tiba di Pos Pelayanan Pintu Tol Desa Sukarami sekitar pukul 08.50 WIB, almarhum mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang sehat. Petugas medis yang berjaga di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan diketahui tekanan darah almarhum cukup tinggi. Petugas medis lalu memberikan obat penurun tekanan darah dan menyarankan agar ia beristirahat sejenak di ruang istirahat pos pelayanan.

Setelah beberapa saat beristirahat, kondisinya sempat membaik. Namun tidak lama kemudian, ia kembali mengeluhkan rasa sakit di bagian dada sebelah kiri sebelum akhirnya mendadak pingsan.

Melihat kondisi tersebut, personel di lokasi bersama petugas medis segera memberikan pertolongan dan membawa almarhum menggunakan ambulans menuju RSUD Sungai Lemau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat, tim medis langsung melakukan serangkaian tindakan penyelamatan, termasuk upaya kejut jantung sebanyak tiga kali. Namun setelah berbagai upaya medis dilakukan, Rodi Pasha dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.29 WIB.

Berdasarkan keterangan tim medis, almarhum diduga mengalami serangan jantung saat menjalankan tugas.

Usai dinyatakan meninggal dunia, Kapolres Bengkulu Tengah bersama jajaran pejabat utama dan personel turut berada di rumah sakit untuk memastikan proses penanganan berjalan baik sekaligus membantu proses pemulangan jenazah ke rumah duka. ***

Reporter: Redaksi