AS–Israel Serang Iran, MUI Minta RI Keluar dari Board of Peace

Majelis Ulama Indonesia/Ist
Penulis: Redaksi
Selasa, 03 Maret 2026 | 03:46:00 WIB

KABARDARING.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari Board of Peace (BoP), menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Desakan tersebut tertuang dalam Tausiyah MUI Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang dirilis pada Ahad (1/3/2026). Dokumen itu ditandatangani Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, dan Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.

Dalam pernyataannya, MUI mempertanyakan peran Amerika Serikat yang dinilai memegang posisi sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP. MUI menilai terdapat tanda tanya besar apakah forum tersebut benar-benar diarahkan untuk mewujudkan perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan menghambat kemerdekaan Palestina.

“Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina,” demikian pernyataan resmi MUI dikutip di laman resminya.

MUI juga mengutuk serangan militer yang dilakukan Amerika dan Israel terhadap Iran. Lembaga tersebut menilai tindakan itu bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selain itu, MUI menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar mengambil langkah maksimal untuk menghentikan perang serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.

Menyikapi dinamika yang berkembang, MUI juga mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia untuk memperbanyak doa, termasuk melaksanakan qunut nazilah, sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak konflik.

Dalam tausiyah tersebut, MUI turut menyampaikan duka atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut tewas akibat serangan Israel–Amerika. MUI menyampaikan doa dan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, MUI menilai eskalasi serangan dan serangan balasan antara Iran dan Israel–Amerika berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas. Situasi itu dinilai bukan sekadar insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang kompleks dan berisiko tinggi.

Menurut MUI, seluruh negara memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya perdamaian dan memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil yang terdampak konflik. Dalam konteks Israel–Palestina, MUI mendorong negara-negara di dunia untuk berperan aktif sebagai juru damai guna mencegah konflik semakin meluas dan menghindari penggunaan kekuatan militer sebagai instrumen tekanan politik. ***

Reporter: Redaksi