Satu Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Diduga Keracunan MBG, Polisi Turun Tangan Selidiki Penyebab

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Ichsan Nur/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 01:38:20 WIB

KABARDARING.ID – Aparat kepolisian bergerak cepat menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menimpa seorang siswa MIN 2 Bengkulu Utara, Kecamatan Ketahun, Kamis (26/02/2026). Peristiwa ini diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.

Berdasarkan informasi dari jajaran kepolisian, makanan MBG dibagikan sekitar pukul 11.00 WIB oleh wali kelas. Menu yang diterima siswa terdiri dari burger isi telur mata sapi, kacang keriting, kurma, pisang ambon, dan saus sachet.

Namun beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, seorang siswa berinisial SA (8), warga Desa Girikencana, dilaporkan mengalami sakit perut dan pusing sebelum akhirnya tidak sadarkan diri saat berada di rumah. Korban sempat mendapatkan penanganan awal di klinik setempat sebelum dirujuk ke RS Lagita untuk perawatan intensif.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Ichsan Nur, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi dan memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kami masih menunggu hasil diagnosis medis dan uji laboratorium untuk memastikan penyebabnya. Masyarakat diminta tidak menyimpulkan sebelum ada fakta resmi,” tegasnya.

Polisi juga melakukan koordinasi dengan pengelola dapur MBG serta pihak sekolah guna menelusuri proses pengolahan, distribusi, hingga penyimpanan makanan. Sampel makanan telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Menariknya, distribusi MBG hari itu juga menyasar sejumlah sekolah lain di wilayah Ketahun. Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan laporan adanya siswa lain yang mengalami gejala serupa.

Polda Bengkulu memastikan akan mengawal penanganan kasus ini secara menyeluruh. Jika ditemukan unsur kelalaian dalam pengolahan maupun distribusi makanan, aparat tidak akan ragu mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, kondisi korban masih dalam pemantauan tim medis. Keluarga berharap hasil pemeriksaan segera keluar agar penyebab pasti kejadian ini menjadi terang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. ***

Reporter: Redaksi