Fadli Zon Hidupkan Kembali Warisan Abad ke-19, Masjid Padang Betuah Kini Bersinar

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah, Kamis (26/2/2026)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Kamis, 26 Februari 2026 | 12:40:21 WIB

KABARDARING.ID - Langit Bengkulu Tengah menjadi saksi momentum penting kebudayaan, Kamis (26/2). Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah. Bangunan tua yang berdiri sejak abad ke-19 dan menjadi penanda jejak panjang peradaban Islam di wilayah tersebut.

Berlokasi di Kabupaten Bengkulu Tengah, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah saksi bisu penyebaran Islam di pesisir barat Sumatera, sekaligus representasi arsitektur tradisional yang tumbuh dari kearifan lokal masyarakat Bengkulu.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian cagar budaya bukan hanya soal memperbaiki bangunan tua, tetapi merawat ingatan kolektif bangsa.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah

“Kita harus menghargai jejak para pendahulu. Sekarang saatnya kita melakukan akselerasi perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya,” tegasnya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Bupati Bengkulu Tengah Rahmat Riyanto, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah

Masjid Padang Betuah sendiri telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat kabupaten melalui Surat Keputusan Bupati Bengkulu Tengah Nomor 420-424 Tahun 2024, pengakuan resmi atas nilai sejarah dan identitas yang dikandungnya.

Lebih dari sekadar revitalisasi fisik, pemugaran ini menjadi simbol kebangkitan kesadaran sejarah. Dari dinding bidai (bilah bambu) yang dulu rapuh hingga kini berdiri kokoh, masjid ini menyimpan kisah gotong royong warga.

“Dulu kami angkut pasir pantai untuk pondasi dan dindingnya. Semua dilakukan bersama-sama,” kenang Dahlini, warga setempat.

Sekda Bengkulu, Herwan Antoni

Kini, Masjid Padang Betuah tak hanya berdiri sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai penanda bahwa sejarah tidak boleh lapuk dimakan waktu. Bengkulu Tengah menunjukkan bahwa merawat masa lalu adalah cara paling kuat untuk membangun masa depan. ***

Reporter: Redaksi