Kuota Aman, Antrean Panjang! Helmi Hasan Bongkar Masalah BBM Bengkulu

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, usai audiensi bersama BPH Migas di Jakarta, Selasa (24/2)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Rabu, 25 Februari 2026 | 09:08:09 WIB

KABARDARING.ID - Ketersediaan BBM subsidi di Provinsi Bengkulu dipastikan dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, usai audiensi bersama BPH Migas di Jakarta, Selasa (24/2).

Dalam pertemuan tersebut, BPH Migas memaparkan data kuota dan realisasi penyaluran BBM jenis Pertalite (JBKP) dan Solar (JBT) di Bengkulu. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kekurangan kuota dari pemerintah pusat.

“Setelah kita lihat langsung data dari BPH Migas, kuota BBM Bengkulu baik Pertalite maupun Solar itu cukup. Tidak pernah ada kekurangan kuota,” tegas Helmi.

Antrean Bukan Soal Kuota

Helmi menilai persoalan yang selama ini memicu antrean panjang bukan karena stok terbatas, melainkan karena infrastruktur distribusi yang belum memadai, terutama jumlah SPBU di Kota Bengkulu.

“Masalah kita ternyata bukan kuota, tetapi jumlah SPBU yang masih kurang. Kuota sudah cukup, tetapi SPBU belum mencukupi untuk menampung dan menyalurkan secara maksimal,” jelasnya.

Karena itu, Pemprov Bengkulu akan mendorong penambahan SPBU sebagai langkah strategis memperkuat distribusi energi dan meminimalisir antrean di lapangan.

“Kita ingin masyarakat Bengkulu mudah mendapatkan BBM tanpa antre panjang,” ujar Helmi.

Data Kuota 2025–2026

Berdasarkan paparan BPH Migas, yakni Pertalite 2025:

252.857 KL, dengan realisasi rata-rata di atas 89 persen di seluruh kabupaten/kota.

Pertalite 2026: 231.356 KL (turun sekitar 8,5 persen).


Sementara untuk Solar:

Solar 2025: 108.191 KL, dengan beberapa daerah seperti Bengkulu Tengah dan Lebong bahkan mencatat realisasi di atas 100 persen.

Solar 2026: 96.151 KL (turun sekitar 11,1 persen), dengan realisasi awal tahun masih 12–18 persen karena tahun anggaran berjalan.

Anggota Komite BPH Migas, Hasbi Anshory, menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu guna memastikan distribusi energi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Dengan kuota dinyatakan aman, fokus Pemprov kini bergeser pada pembenahan jaringan distribusi agar akses BBM di Bengkulu semakin merata dan efisien. ***

Reporter: Redaksi