PUASA BUKAN CUMA TAHAN LAPAR! Kakanwil Kemenag Bengkulu: Ramadan Itu Jalan Naik Kelas Jadi Pribadi Bertakwa

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, saat mengisi kultum Ramadan usai salat zuhur berjemaah/KabarDaring.ID
Penulis: Ogi Mansyah
Rabu, 25 Februari 2026 | 00:56:27 WIB

KABARDARING.ID – Pesan kuat disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, saat mengisi kultum Ramadan usai salat zuhur berjemaah, Kemarin (22/2).

Di hadapan seluruh ASN Kanwil Kemenag Bengkulu, ia menegaskan satu hal penting: puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi proses “naik kelas” menuju derajat takwa.

Mengupas Ayat 183 tentang perintah puasa, Saefudin menyebut ada empat pesan besar yang sering luput dari perhatian.

Pertama, ayat itu diawali dengan seruan kepada “orang-orang beriman”. Artinya, puasa bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan ujian kualitas iman. Yang benar-benar berpuasa bukan hanya perutnya, tapi juga hawa nafsunya.

Kedua dan ketiga, kata “kutiba” dan “siyam” menegaskan bahwa puasa adalah kewajiban, bukan pilihan. Ia harus dijalankan dengan kesadaran, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Keempat, dan yang paling utama, tujuan akhirnya adalah takwa. Inilah indikator sukses Ramadan.

“Ramadan itu madrasah kehidupan. Kalau setelah puasa kita masih sama saja, berarti ada yang belum maksimal,” tegasnya.

Menurutnya, Ramadan melatih kejujuran saat tak ada yang melihat, menumbuhkan empati kepada yang kekurangan, membangun kedisiplinan waktu, serta memperkuat integritas.

Pesan ini menjadi refleksi penting bagi ASN Kemenag. Sebab, nilai-nilai puasa tidak boleh berhenti di masjid, tetapi harus tercermin dalam pelayanan publik, profesionalisme, dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

Ramadan bukan tentang kuat-kuatan menahan lapar. Ramadan adalah momentum membentuk karakter, dan menguji seberapa serius kita ingin menjadi pribadi yang lebih bertakwa.***

Reporter: Ogi Mansyah