Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik, Menag: Sediakan Minuman Hangat Untuk Pengemudi

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad/Kabardaring
Penulis: Ogi Mansyah
Kamis, 25 Desember 2025 | 18:28:21 WIB

KABAR DARING -  Kementerian Agama (Kemenag) memberikan terobosan baru bagi para pemudik saat momentuk libur natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru). Salah satunya dengan menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengungkapkan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun sebagai ruang kemanusiaan yang melayani semua pihak. Sekalipun Masjid Ramah Pemudik merupakan wujud nyata toleransi dan pelayanan keagamaan yang hadir di ruang publik.

“Ini adalah bukti bahwa toleransi di Indonesia tidak berhenti pada tataran wacana. Masjid adalah rumah bagi siapa pun,” ujar Menag dalam keterangan persnya.

Menag menjelaskan, sebanyak 6.919 masjid disiapkan untuk memberikan layanan bagi para pemudik dan musafir selama nataru. Untuk itu, ia mengingatkan, para pengelola masjid untuk memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Jika memungkinkan, sediakan kopi atau minuman hangat agar para pengemudi tidak mengantuk. Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat terbukti dapat menurunkan angka kecelakaan hingga 50 persen pada musim mudik sebelumnya,” tambah Menag.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menambahkan, selain umat Nasrani merayakan Natal sebagai ibadah, terdapat libur sekolah dan libur Tahun Baru yang dimanfaatkan masyarakat untuk mudik.

“Sebagaimana Idulfitri, ada aspek syariat dan ada pula aspek sosial. Mudik dan liburan adalah fenomena kemasyarakatan yang dinikmati bersama,” tambah Abu Rokhmad.

Ia menegaskan, pembukaan masjid untuk melayani para musafir merupakan praktik keagamaan yang bernilai luhur. “Pada hakikatnya kita semua adalah musafir. Ketika masjid dibuka dan dimanfaatkan layanannya, itu adalah praktik keagamaan yang sangat mulia,” pungkasnya.

Abu Rokhmad juga menyampaikan bahwa Kemenag akan terus menyempurnakan program Masjid Ramah Pemudik, termasuk untuk menyambut arus mudik Lebaran Idulfitri.

“Kerukunan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat menjelaskan, Kick-off Masjid Ramah Pemudik Nataru merupakan pelaksanaan pertama, meskipun konsepnya telah diterapkan pada arus mudik Idulfitri.

“Masjid Ramah Pemudik ini menegaskan bahwa masjid melayani seluruh warga, termasuk masyarakat nonmuslim, sebagai wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Arsad.

Ia menyebut, konsep tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kemenag tentang masjid ramah, yang meliputi masjid ramah lansia, ramah anak, ramah perbedaan, ramah lingkungan, serta masjid sebagai ruang penyelesaian persoalan sosial.

“Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat yang aman, bersih, dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” demikian Arsad.

Diketahui, program ini diluncurkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag di Masjid Jami’ An-Nur, Karawang, Jawa Barat. Peluncuran program dihadiri Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, Kasubdit Kemasjidan Nurul Badruttamam, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman, jajaran Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta perwakilan TNI-Polri dan Kementerian Perhubungan. ***

Reporter: Ogi Mansyah