KABARDARING.ID – Dugaan penipuan berkedok investasi kembali menggemparkan publik. Seorang mahasiswi asal Kabupaten Bengkulu Tengah berinisial DC dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga merugikan ratusan korban dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp1,1 miliar.
Laporan tersebut telah diterima oleh Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan keterangan sejumlah korban, mereka awalnya tertarik mengikuti program investasi yang ditawarkan melalui media sosial dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
Korban kemudian melakukan transfer dana secara bertahap ke rekening yang diduga terkait dengan terlapor. Namun setelah sejumlah uang disetorkan, keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung diterima. Bahkan, terlapor disebut mulai sulit dihubungi hingga akhirnya menghilang dari komunikasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan jumlah korban diduga mencapai ratusan orang dan tersebar di berbagai daerah, mulai dari Sulawesi Selatan, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Barat hingga Kalimantan. Sebagian korban mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Modus yang digunakan disebut menyerupai pola investasi bodong yang kerap memakan korban, yakni menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat untuk menarik minat masyarakat.
“Awalnya lancar, bahkan sempat ada keuntungan yang masuk. Setelah banyak korban menyetor dana dalam jumlah besar, uang mulai tidak bisa ditarik,” ungkap salah seorang sumber yang mewakili korban.
Saat ini para korban di Bengkulu dikabarkan tengah mengumpulkan bukti transfer dan dokumen pendukung lainnya untuk menempuh langkah hukum di daerah masing-masing. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait tuduhan yang disampaikan para korban. ***
