KABARDARING.ID – Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata menegaskan tidak ada ruang kompromi dalam upaya mencapai target swasembada pangan nasional tahun 2028 yang dicanangkan Presiden.
Pernyataan tegas itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengawalan Kegiatan Strategis Kementerian Pertanian dan Percepatan Target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Provinsi Bengkulu di Aula Command Center Pemerintah Daerah Kepahiang, Senin (8/6/2026).
Di hadapan jajaran pertanian se-Provinsi Bengkulu, Bupati membeberkan tiga persoalan besar yang dinilai selama ini menjadi penghambat peningkatan produksi padi, mulai dari alih fungsi lahan, kerusakan infrastruktur irigasi, hingga rendahnya penerapan pola tanam tiga kali setahun atau IP-300.
“Presiden menargetkan Swasembada Pangan dan Swasembada Energi 2028. Dan jalannya cuma satu: Luas Tambah Tanam Padi harus naik. Tidak ada tawar-menawar,” tegas Zurdi Nata.
Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan. Sawah produktif yang berubah menjadi bangunan atau kawasan komersial berdampak langsung terhadap menurunnya produksi gabah.
“Satu petak sawah hilang, sepuluh ton gabah hilang setahun. Itu kerugian nyata yang harus kita hentikan,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti kondisi irigasi dan pompa air yang rusak. Ia menyebut banyak sawah yang sebenarnya memiliki sumber air, namun tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena jaringan irigasi bermasalah.
Tak kalah penting, Zurdi Nata menyoroti masih rendahnya minat petani menerapkan pola tanam IP-300. Meski memiliki risiko lebih tinggi, pola tanam tiga kali setahun dinilai menjadi salah satu kunci peningkatan produksi pangan daerah.
Dalam rakor tersebut, Bupati juga mengeluarkan peringatan keras terkait validitas data pertanian. Ia meminta seluruh jajaran pertanian menghentikan praktik laporan yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Jangan ada lagi data cantik di laporan, tapi sawah di lapangan kosong. LTT yang masuk harus LTT yang benar-benar ada padinya, bukan ada padi di kertas,” tegasnya.
Untuk memastikan target tercapai, Pemkab Kepahiang akan memperkuat pengawasan distribusi benih unggul dan alat mesin pertanian (alsintan), sekaligus menerapkan sistem evaluasi berkala hingga tingkat desa dan kelompok tani.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan berbagai program strategis, mulai dari optimasi lahan, UPSUS, hingga bantuan alsintan yang dinilai sangat membantu peningkatan produktivitas pertanian di daerah. ***
