KABARDARING.ID – Setiap bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menanti satu malam yang diyakini penuh kemuliaan, yakni Malam Lailatul Qadar. Malam yang disebut sebagai “malam seribu bulan” ini dipercaya memiliki keutamaan luar biasa karena nilai ibadah yang dilakukan pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama puluhan tahun.
Meski memiliki keutamaan besar, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an maupun hadis. Para ulama menjelaskan bahwa Allah SWT sengaja merahasiakan waktunya agar umat Islam semakin bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Keutamaan Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an
Kemuliaan malam Lailatul Qadar dijelaskan secara khusus dalam Surah Al?Qadr. Dalam ayat pertamanya disebutkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam tersebut.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.” (QS. Al-Qadr: 1)
Allah SWT juga menegaskan besarnya keutamaan malam tersebut dalam firman-Nya:
“Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki nilai pahala yang dapat melampaui ibadah selama 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun.
Dalam ayat berikutnya dijelaskan bahwa pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan hingga terbit fajar.
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 4-5)
Petunjuk Rasulullah tentang Lailatul Qadar
Dalam sejumlah hadis, Muhammad SAW memberikan petunjuk kepada umat Islam agar mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.”
(HR. Muhammad al?Bukhari dan Muslim ibn al?Hajjaj)
Dalam hadis lain, Rasulullah juga menyebutkan bahwa malam tersebut lebih berpeluang terjadi pada malam-malam ganjil di periode tersebut.
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Muhammad al?Bukhari)
Karena itu, malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan sering dianggap sebagai waktu yang paling berpotensi terjadinya Lailatul Qadar.
Perkiraan Lailatul Qadar Ramadan 2026
Jika merujuk pada perkiraan kalender Ramadan 1447 Hijriah, sepuluh malam terakhir Ramadan diperkirakan jatuh pada awal hingga pertengahan Maret 2026.
Sejumlah malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar antara lain:
• Malam ke-21 Ramadan
• Malam ke-23 Ramadan
• Malam ke-25 Ramadan
• Malam ke-27 Ramadan
• Malam ke-29 Ramadan
Sebagian ulama berpendapat malam ke-27 Ramadan memiliki peluang lebih besar, meskipun tidak ada dalil yang memastikan tanggal pastinya.
Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar memiliki hikmah besar. Dengan ketidakpastian tersebut, umat Islam didorong untuk meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, bukan hanya pada satu malam tertentu.
Beberapa amalan yang dianjurkan pada periode ini antara lain:
• Salat malam (qiyamul lail)
• Membaca Al-Qur’an
• Berzikir dan berdoa
• Memperbanyak istighfar
Dengan memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, umat Islam memiliki peluang lebih besar meraih keberkahan Lailatul Qadar—malam yang oleh Al-Qur’an disebut lebih baik daripada seribu bulan. ***
