KABARDARING.ID – Eskalasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin mengkhawatirkan. Hingga Rabu (4/3/2026) WIB, konflik bersenjata ini dilaporkan telah menyeret sedikitnya 13 negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, dengan total korban tewas mencapai ratusan orang serta ribuan lainnya luka-luka.
Serangan udara dan balasan militer yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memperluas dampak pertempuran lintas batas. Sejumlah fasilitas strategis dilaporkan menjadi sasaran, memicu kepulan asap dan kepanikan warga di berbagai kota.
Iran Paling Terdampak
Data sementara menunjukkan Iran menjadi wilayah dengan tingkat fatalitas tertinggi. Korban tewas dilaporkan mencapai 787 orang, dengan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan di sejumlah titik strategis.
Rincian Korban di Berbagai Negara
Konflik ini tak lagi terbatas pada satu zona perang. Berikut perincian korban yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber:
Iran: 787 tewas, ratusan luka
Lebanon: 40 tewas, 246 luka
Israel: 11 tewas, ratusan luka
Amerika Serikat: 6 tewas, 18 luka
Kuwait: 3 tewas, 35 luka
Uni Emirat Arab: 3 tewas, 68 luka
Irak: 2 tewas, 5 luka
Bahrain: 1 tewas, 4 luka
Oman: 1 tewas, 5 luka
Yordania: 5 luka
Negara lain seperti Siprus dan Arab Saudi juga dilaporkan mulai merasakan dampak langsung maupun tidak langsung, baik dari sisi keamanan wilayah udara, gelombang pengungsi, hingga gangguan stabilitas energi regional.
Ancaman Meluas
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global akan potensi perang terbuka berskala lebih luas. Jalur penerbangan di sejumlah negara ditutup, aktivitas ekonomi terganggu, dan pasar energi dunia mulai bergejolak.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi yang signifikan. Dunia internasional pun mendesak penghentian serangan dan pembukaan jalur diplomasi guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.
Perkembangan konflik masih terus dipantau.***
