×

Pencarian

Musprov IX PMI Bengkulu Dibuka! Gubernur: Anggaran Boleh Diefisienkan, Kemanusiaan Jangan

KABARDARING.ID – Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3), menjadi saksi dibukanya Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-IX Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Forum lima tahunan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum penting menentukan arah gerak PMI lima tahun ke depan.

Musprov dihadiri perwakilan PMI Pusat, PMI dari 10 kabupaten/kota, kepala OPD, serta para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan di Bengkulu.

Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan pesan tegas yang langsung mendapat perhatian peserta. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, ia memastikan dukungan terhadap PMI tetap menjadi prioritas.

“Kita memang melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp400 miliar dari total APBD Rp2,7 triliun. Tapi untuk kemanusiaan, tidak boleh dikurangi. PMI tetap kita dukung penuh,” tegasnya.

Gubernur Helmi Hasan Saat Membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-IX Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu Tahun 2026

Menurut Gubernur, Bengkulu termasuk wilayah rawan bencana. Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh hanya sebatas wacana. Pemerintah dan PMI harus berjalan beriringan, mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Sepanjang periode 2021–2026, PMI Bengkulu mencatat sejumlah langkah strategis. Unit Transfusi Darah resmi beroperasi pada 2022, memperkuat layanan ketersediaan darah. Saat banjir melanda pada November 2025, relawan PMI turun langsung ke lapangan, menyalurkan logistik dan menyediakan air bersih bagi warga terdampak.

Gubernur Helmi Hasan Saat Membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-IX Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu Tahun 2026

Musprov kali ini juga menjadi ajang evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun program kerja 2026–2031 agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Konsolidasi organisasi dinilai penting agar PMI semakin adaptif menghadapi tantangan kemanusiaan yang kian kompleks.

Tak hanya soal kebencanaan, Pemprov Bengkulu juga terus mendorong penguatan layanan publik, mulai dari pengadaan ambulans untuk desa-desa hingga revitalisasi fasilitas rumah sakit. Semua diarahkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan cepat dan bermartabat.

“PMI adalah mitra strategis pemerintah. Ini wadah pengabdian. Kita ingin PMI Bengkulu makin solid, makin cepat, dan makin hadir saat masyarakat membutuhkan,” tutup Gubernur sebelum secara resmi membuka Musprov IX PMI Provinsi Bengkulu Tahun 2026. ***