KABARDARING.ID – Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat–Israel kian memanas setelah aksi saling serang terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Ketegangan ini memicu respons dan kecaman dari berbagai pihak, termasuk di Indonesia.
Anggota DPRD Kota Bengkulu, Dedi Yanto, turut mengecam serangan yang ditujukan kepada Iran. Ia menilai agresi militer tersebut bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan nilai yang termaktub dalam UUD 1945.
“Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujar Dedi, mengutip Pembukaan UUD 1945.
Dedi mengaku memiliki pengalaman berinteraksi dengan perwakilan Iran, termasuk pernah bertemu parlemen Iran di Masjid Istiqlal serta berjamaah bersama Duta Besar Iran saat menghadiri Festival Tabot di Kota Bengkulu.
Dalam pernyataannya, ia juga menunjukkan poster bertuliskan kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat dan Israel. "Trum & Israel-Usa Imperialis dan Barbar".
Ia turut menyampaikan doa bagi umat Muslim yang terdampak konflik agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk.
"Love & Fray For Iran dan (Ali) Khamenei. Insya Allah doa kita di bulan suci ramadan ini dan seterusnya, itu akan membawa kemanfaatan untuk mereka yang sedang berjuang agar negaranya berdaulat dan tidak dijajah oleh siapapun di muka bumi ini," demikian Dedy Yanto.
Sementara itu, situasi di Iran dilaporkan berduka setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dinyatakan tewas akibat serangan udara yang disebut dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Melalui pernyataan resmi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan akan memberikan respons keras terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. Garda Revolusi menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Iran.
Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency melaporkan Iran tengah menyiapkan langkah balasan yang menyasar target militer dan keamanan Amerika Serikat serta Israel di kawasan. IRGC menyatakan kesiapan penuh, termasuk pengerahan rudal dan drone.
Serangan udara dilaporkan terjadi di sejumlah kota di 24 provinsi Iran, hanya beberapa hari sebelum rencana perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran. Putaran sebelumnya disebut berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman.
Pemerintah Iran menyatakan sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil terdampak. Hingga kini, situasi kawasan berada dalam status siaga tinggi menyusul ancaman eskalasi lanjutan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv. ***
