KABARDARING.ID – Citra satelit terbaru mengungkap aktivitas militer Iran yang dinilai signifikan di sejumlah lokasi strategis. Laporan yang dikutip dari Reuters, Kamis (19/2/2026), menyebut Iran membangun “perisai beton” di atas fasilitas tertentu dan menimbunnya dengan tanah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Dikutip CNBC Indonesia, perkembangan ini terjadi saat negosiasi program nuklir Iran antara Teheran dan Washington masih berlangsung. Presiden AS saat itu, Donald Trump, sebelumnya menyatakan akan mengedepankan jalur diplomasi, namun tetap membuka opsi tindakan militer bila perundingan gagal.
Berikut sejumlah temuan berdasarkan analisis citra satelit:
1. Kompleks Militer Parchin
Kompleks militer Parchin, sekitar 30 km tenggara Teheran, kembali menjadi sorotan. Lokasi ini sejak lama disebut oleh intelijen Barat sebagai area sensitif yang diduga terkait pengujian teknologi relevan dengan pengembangan senjata nuklir—tuduhan yang selalu dibantah Iran.
Citra satelit menunjukkan adanya pembangunan ulang fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan pada 2024. Dalam pembaruan terbaru, bangunan di lokasi tersebut tampak tertutup struktur beton dan tanah.
Analisis dari Institute for Science and International Security (ISIS) menyebut adanya pembangunan “sarkofagus beton” yang mengelilingi fasilitas baru yang mereka identifikasi sebagai Taleghan 2. Lembaga tersebut menilai konstruksi itu berpotensi memberikan perlindungan tambahan dari serangan udara.
2. Kompleks Nuklir Isfahan
Kompleks Isfahan merupakan salah satu pusat pengolahan bahan bakar nuklir Iran. Menurut laporan ISIS tertanggal 29 Januari, citra satelit memperlihatkan dua pintu masuk terowongan di kompleks tersebut ditimbun tanah. Pada pembaruan 9 Februari, disebutkan pintu masuk ketiga juga telah ditutup.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat perlindungan fasilitas bawah tanah, sekaligus mempersulit akses jika terjadi operasi militer darat.
3. Gunung Pickaxe di Dekat Natanz
Di area pegunungan sekitar 2 kilometer dari kompleks nuklir Natanz, aktivitas konstruksi juga terdeteksi. Citra satelit memperlihatkan pergerakan kendaraan berat, termasuk truk pengangkut dan alat berat, yang diduga digunakan untuk memperkuat dua pintu masuk terowongan di bawah gunung yang dikenal sebagai “Gunung Pickaxe”.
Fungsi pasti fasilitas tersebut belum dapat dipastikan secara independen, namun analis menilai lokasi itu berpotensi menjadi bagian dari sistem pertahanan strategis.
4. Pangkalan Rudal Shiraz Selatan
Pergerakan lain terdeteksi sekitar 10 kilometer selatan Pangkalan Militer Shiraz. Perbandingan citra satelit antara Juli 2025 dan Januari 2026 menunjukkan adanya aktivitas rekonstruksi dan pembersihan di area yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Situasi Diplomatik Masih Berlangsung
Temuan-temuan ini muncul di tengah upaya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran yang secara langsung mengonfirmasi detail pembangunan sebagaimana diungkap dalam analisis citra satelit tersebut.
Pengamat menilai, aktivitas konstruksi dan penguatan fasilitas militer ini bisa menjadi sinyal kesiapsiagaan Iran dalam menghadapi kemungkinan eskalasi, meski jalur diplomasi masih terbuka. ***
