KABARDARING.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Bengkulu menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi pendidikan yang dinilai masih jauh dari kata ideal. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Bengkulu Komisi IV, yang menjadi forum evaluasi terhadap kualitas, pemerataan, dan arah kebijakan pendidikan di daerah.
Koordinator BEM SI Wilayah Bengkulu, Kelvin Malindo, menilai sistem pendidikan saat ini belum menunjukkan kestabilan, baik dari sisi kebijakan maupun implementasi di lapangan. Ia menyoroti masih lemahnya perlindungan terhadap peserta didik, termasuk belum adanya langkah konkret dalam mencegah dan menangani kasus perundungan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, berbagai kasus bullying yang masih terjadi menjadi indikator bahwa sistem pengawasan serta regulasi perlindungan siswa belum berjalan maksimal. Ia mempertanyakan komitmen DPRD dalam mendorong kebijakan yang mampu menjamin keamanan dan kenyamanan siswa selama proses belajar.
Selain itu, BEM SI juga mengungkap fakta masih adanya kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Sejumlah sekolah di desa dilaporkan mengalami keterbatasan sarana, mulai dari ruang kelas yang rusak, perpustakaan yang tidak memadai, hingga minimnya laboratorium dan akses internet.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan masih sebatas wacana dan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pelajar,” tegas Kelvin.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan tanpa hambatan, termasuk faktor ekonomi. BEM SI menilai pemerintah harus hadir secara nyata untuk menjamin tidak ada lagi peserta didik yang kehilangan masa depan akibat keterbatasan biaya atau fasilitas pendidikan.
Lebih lanjut, BEM SI Bengkulu menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung perkembangan siswa. Mereka meminta DPRD dan pemerintah daerah memperkuat sistem pengawasan, menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, serta menerapkan sanksi tegas terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
BEM SI menilai perbaikan sektor pendidikan merupakan langkah krusial dalam menyiapkan generasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Tanpa pembenahan serius terhadap infrastruktur, kualitas pembelajaran, dan perlindungan siswa, target tersebut dinilai sulit tercapai.
Melalui forum RDP tersebut, BEM SI Bengkulu mendesak DPRD Provinsi Bengkulu untuk memastikan kebijakan dan penganggaran benar-benar berpihak pada peningkatan mutu pendidikan, pemerataan fasilitas, serta perlindungan nyata bagi seluruh peserta didik di Bengkulu. ***

