KABARDARING.ID – Pengamanan badan jalan pada ruas Air Dingin, Muara Aman STA 33+00 di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, akhirnya rampung. Proyek ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana longsor yang bertujuan melindungi infrastruktur vital dan menjamin keselamatan masyarakat.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan, pengamanan ruas jalan tersebut menjadi prioritas karena merupakan jalur strategis yang menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat antarwilayah.
“Kita bersyukur pemerintah pusat melalui BNPB merespons cepat usulan pemerintah provinsi dan kabupaten. Alhamdulillah, pembangunan pelapis tebing pascabencana longsor ini telah tuntas dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Helmi Hasan saat meninjau lokasi, Sabtu (7/2).
Helmi menekankan, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi faktor utama dalam percepatan penanganan bencana. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui BPBD akan terus memantau kondisi daerah dan siap bergerak cepat memberikan bantuan apabila terjadi bencana.
“Ruas ini sangat vital karena menjadi akses penghubung antar kabupaten. Pemerintah Provinsi akan terus siaga dan siap membantu kabupaten/kota saat terjadi bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menjelaskan bahwa pembangunan pelapis tebing bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi pascabencana.
“Kita ingin akses jalan kembali normal dan aman digunakan masyarakat. Infrastruktur ini sangat penting, dan ke depan kita berharap risiko bencana dapat diminimalkan melalui penguatan mitigasi,” kata Raditya.

Bupati Lebong Azhari turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam percepatan penanganan longsor yang sebelumnya mengganggu akses transportasi warga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lebong dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kini akses jalan sudah kembali normal dan masyarakat merasa lebih aman,” ungkapnya.
Sebelumnya, BNPB mengalokasikan anggaran sebesar Rp34 miliar untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Bengkulu. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur vital, di antaranya Jembatan Air Mata di Kabupaten Seluma, pelapis tebing Desa Air Dingin di Rejang Lebong, serta pelapis tebing di Kelurahan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan Baznas, peralatan olahraga, kursi roda, tongkat bantu jalan, serta alat bantu pendengaran.
Rampungnya pengamanan ruas jalan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. ***
