KABARDARING.ID – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mulai tancap gas menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Komitmen ini ditegaskan langsung Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata saat menerima audiensi Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu, Gloria Erysa Meilinda Situmorang, di ruang kerja bupati, Jumat (30/1/2026).
Tak sekadar seremonial, pertemuan tersebut membahas hal-hal krusial mulai dari jaminan mutu dan keamanan pangan, ketersediaan bahan baku, hingga pengawasan ketat untuk mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam pelaksanaan MBG.
Bupati Arie menegaskan, Pemkab Bengkulu Utara siap bersinergi lintas sektor demi memastikan program unggulan pemerintah pusat itu berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata.
"Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya soal makan, tapi strategi besar pemerintah untuk menekan angka stunting. Karena itu, kualitas, keamanan, dan distribusinya harus benar-benar terjamin,” tegas Arie.
Menariknya, dalam audiensi tersebut Bupati Arie secara khusus mendorong keterlibatan UMKM lokal agar ikut menjadi bagian dari rantai penyediaan MBG. Menurutnya, skema ini bukan hanya memperkuat program gizi nasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat daerah.
"Kita ingin SPPG di Bengkulu Utara ke depan tidak berjalan sendiri. UMKM lokal harus dilibatkan, sehingga manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional menyambut baik komitmen Pemkab Bengkulu Utara dan menilai kolaborasi daerah–pusat menjadi kunci sukses program MBG di lapangan.
Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi agar pelaksanaan MBG di Bengkulu Utara berjalan optimal, terkontrol, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi, kesehatan masyarakat, dan keamanan pangan.
