×

Pencarian

Kampung Durian, Wisata Malam yang Menggoda di Kota Bengkulu

KABAR DARING – Saat malam turun di Kota Bengkulu, ada satu aroma yang perlahan menguasai udara. Bukan wangi kopi atau makanan laut, melainkan bau durian matang yang menuntun langkah para penikmatnya ke sebuah sudut kota yang kini dikenal sebagai Kampung Durian.

Terletak di kawasan Kelurahan Sawah Lebar Baru, tepatnya di dalam kompleks stadion, kawasan ini menjelma menjadi destinasi wisata malam favorit. Deretan lapak durian tersusun rapi, dengan akses yang nyaman bagi pengunjung. Kendaraan bisa langsung masuk ke area stadion, lengkap dengan tempat parkir, bahkan tersedia jalur khusus bagi pembeli yang ingin memilih durian tanpa turun dari kendaraan.

Di antara para pedagang, nama Akuino (40) menjadi salah satu yang paling lama bertahan. Sejak sekitar tahun 2016, ia menekuni usaha durian ini dan tak pernah absen melayani pembeli.

“Lapak buka setiap hari, hampir 24 jam. Tapi biasanya paling ramai dari sore sampai tengah malam,” ujar Akuino saat ditemui, Sabtu (17/1).

Akuino saat menjual durian pada Sabtu (17/1/2026) malam

Tak perlu waktu lama untuk memilih. Dengan sekali cium dan ketukan, Akuino langsung menunjuk beberapa buah yang disebutnya siap santap. Harga pun ramah di kantong. Durian ukuran kecil hingga sedang dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per buah, sementara ukuran besar mencapai Rp65 ribu.

Menariknya, durian yang dijajakan saat ini belum berasal dari Bengkulu. Pasokan didatangkan dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, lantaran Bengkulu belum memasuki musim panen durian.

“Kalau musim durian Bengkulu tiba, harganya bisa turun lagi. Sekarang masih kiriman dari luar,” jelasnya.

Lokasi kompleks lapak durian

Dua buah durian pilihan akhirnya tersaji di atas meja. Aromanya tajam, pertanda matang alami. Saat dibelah, daging buah berwarna kuning pucat tampak tebal, dengan biji relatif kecil. Rasanya manis, lembut, dan membuat satu buah terasa belum cukup.

Tak hanya durian utuh, lapak di Kampung Durian juga menyediakan kopi hangat yang kerap dinikmati bersamaan dengan durian. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

Akuino pun membagikan sedikit rahasia memilih durian berkualitas. Menurutnya, pengalaman adalah kunci utama.

“Dari bau. Durian matang baunya kuat. Tapi itu perlu jam terbang. Saya sendiri butuh bertahun-tahun sampai benar-benar bisa membedakan,” tuturnya.

Malam pun semakin larut, namun pengunjung tak kunjung sepi. Kampung Durian membuktikan bahwa wisata malam tak selalu soal hiruk-pikuk atau gemerlap lampu kota. Di Bengkulu, wisata malam bisa sesederhana duduk santai, menyeruput kopi, dan menikmati durian matang.

Bagi traveler yang singgah ke Bengkulu, Kampung Durian adalah pengalaman yang layak dicoba karena kadang, kenangan perjalanan terbaik justru lahir dari hal paling sederhana. ***