KABAR DARING – Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan pagi ini setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Tekanan jual diperkirakan berasal dari aksi ambil untung (profit taking) seiring lonjakan harga yang sudah terlampau tinggi.
Pada Jumat (16/1/2026) pukul 08.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat di US$ 4.601,2 per troy ons, turun 0,31% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Pelemahan ini melanjutkan koreksi pada perdagangan kemarin, di mana harga emas ditutup turun 0,27% ke level US$ 4.615,7 per troy ons.
Sebelumnya, pada 14 Januari 2026, emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.628,1 per troy ons. Sepanjang tahun berjalan (year to date), harga emas masih mencatatkan kenaikan 6,48%, melanjutkan tren bullish kuat pada 2025 yang melonjak lebih dari 60%.
Kenaikan yang signifikan tersebut dinilai mendorong sebagian pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan, sehingga menekan pergerakan harga dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal: Waspada Koreksi, Tren Masih Bullish
Secara teknikal pada time frame harian, emas masih berada di zona bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 67, yang menunjukkan momentum kenaikan masih dominan.
Namun demikian, Stochastic RSI 14 hari tercatat di level 86, berada di atas ambang 80 yang mengindikasikan kondisi jenuh beli (overbought). Kondisi ini membuka peluang koreksi lanjutan dalam jangka pendek.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas diperkirakan masih menghadapi tekanan setelah bergerak di atas pivot point US$ 4.605 per troy ons. Jika koreksi berlanjut, emas berpotensi menguji area support US$ 4.589–4.574 per troy ons, dengan support terjauh di US$ 4.543 per troy ons.
Sebaliknya, apabila harga kembali menguat, emas berpeluang menguji resistensi US$ 4.614 per troy ons, dengan resistensi lanjutan di kisaran US$ 4.617–4.630 per troy ons. Target optimistis terjauh berada di US$ 4.676 per troy ons. Dikutip bloombergtechnoz. ***
