Namanya Dicatut untuk Koperasi hingga Arisan, Bupati Kaur Buka Suara: Jangan Percaya!
KABARDARING.ID – Bupati Kaur, Gusril Pausi, akhirnya angkat bicara terkait maraknya informasi yang menyebut namanya dikaitkan dengan sejumlah aktivitas koperasi, arisan, hingga bisnis tertentu. Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya pihak-pihak yang diduga menggunakan nama Bupati maupun mengaku memiliki hubungan dekat dengan dirinya untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.
Dalam keterangannya, Gusril Pausi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan aktivitas koperasi, arisan, usaha pribadi, maupun persoalan utang-piutang yang dilakukan oleh oknum tertentu yang mengatasnamakan dirinya atau keluarganya.
"Saya tegaskan bahwa apabila ada pihak yang mengatasnamakan Bupati Kaur, keluarga Bupati, atau mengaku memiliki hubungan khusus dengan saya untuk menjalankan bisnis, koperasi, arisan, maupun kegiatan lainnya, itu merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan tidak ada kaitannya dengan saya sebagai Bupati Kaur," tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menggunakan nama pejabat daerah untuk mendapatkan keuntungan, dukungan, maupun kepercayaan dalam menjalankan suatu kegiatan usaha.
Bupati juga mengingatkan bahwa setiap klaim yang mengatasnamakan dirinya perlu diverifikasi terlebih dahulu agar masyarakat tidak menjadi korban dari informasi yang menyesatkan atau janji-janji yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Terkait adanya pihak yang merasa dirugikan atau memiliki hak-hak yang belum dipenuhi oleh oknum tertentu, Gusril menegaskan bahwa persoalan tersebut harus diselesaikan sesuai jalur hukum dan mekanisme yang berlaku tanpa mengaitkannya dengan dirinya sebagai kepala daerah.
"Silakan diproses sesuai aturan yang berlaku dan kejar hak-hak Anda yang memang menjadi kewajiban pihak yang bersangkutan. Namun saya tegaskan, Bupati Kaur tidak memiliki keterkaitan, tidak terlibat, dan tidak bertanggung jawab atas persoalan pribadi tersebut," ujarnya.
Menurutnya, penegasan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat serta untuk mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan nama pejabat publik demi kepentingan pribadi.
Melalui klarifikasi tersebut, Bupati Kaur berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengaku membawa nama atau kedekatan dengan dirinya untuk menjalankan aktivitas tertentu.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar selalu bijak menerima informasi, melakukan pengecekan fakta, serta mengedepankan jalur hukum dalam menyelesaikan persoalan keuangan maupun sengketa lainnya. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dan kondusivitas daerah tetap terjaga. ***