Rupiah Ambruk ke Rp17.353 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

Ilustrasi uang rupiah/Dok. Tempo
Penulis: Redaksi
Jumat, 01 Mei 2026 | 13:26:22 WIB

KABARDARING.ID - Nilai tukar rupiah pada Kamis 30 April 2026 ditutup di level 17.353 per dolar Amerika Serikat atau melemah 27 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup di level 17.326 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi menyatakan pada perdagangan Senin depan, mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif.

“Namun ditutup melemah di rentang 17.350-17.400 per US$,” ucapnya lewat keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026 sebagaimana dimuat Tempo.

Mengutip data Trading Economics, pada Kamis mata uang Garuda merosot melewati Rp 17.380 per dolar Amerika Serikat, turun selama tiga sesi berturut-turut. Sedangkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan mata uang rupiah di level 17.378 per dolar.

Penguatan dolar Amerika Serikat menekan mata uang regional. Ibrahim menyatakan kondisi ini dipengaruhi faktor eksternal konflik di Timur Tengah yang belum mereda.

“Presiden AS Donald Trump bersiap untuk blokade angkatan laut yang berkepanjangan terhadap Iran,” ucapnya.

Kekhawatiran atas skenario tersebut diperparah dengan laporan beberapa eksekutif minyak terkemuka AS bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas bagaimana membatasi dampak konflik terhadap keluarga Amerika. Blokade angkatan laut yang berkepanjangan kemungkinan akan membuat Iran terus memblokir Selat Hormuz sebagai pembalasan. Penutupan jalur pelayaran tersebut menunjukkan gangguan pasokan minyak global yang lebih besar.

Perundingan antara AS dan Iran sebagian besar gagal. Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, sementara kedua pihak sebagian besar menolak upaya untuk menengahi pembicaraan.

Sentimen lainnya datang dari pemilihan Gubernur Bank Sentral AS alias Federal Reserve. Jerome Powell yang saat ini menjabat disebut bakal mengakhiri masa jabatannya pada 15 Mei mendatang. Ia mengucapkan selamat kepada Kevin Warsh, calon pilihan Trump, karena telah melewati tahap pertama dalam perjalanannya untuk menjadi penggantinya. Namun Jerome mengatakan bahwa ia akan tetap menjabat sebagai gubernur sampai tekanan politik mereda, dan menambahkan bahwa independensi The Fed berada dalam risiko.

Sedangkan sentimen domestik yang mempengaruhi pergerakan kurs adalah masih tingginya harga minyak dunia. Minyak mentah Brent yang saat ini mencapai di atas US$ 100 per barel meningkatkan beban subsidi dan diprediksi bakal menekan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026. ***

Reporter: Redaksi