Banjir dan Longsor Landa Lebong, Pemprov Bengkulu Turunkan Tim Gabungan dan Logistik Darurat
KABARDARING.ID – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Lebong pada Minggu (5/4/2026) langsung direspons cepat oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Pemerintah Provinsi Bengkulu segera mengerahkan tim darurat lengkap dengan peralatan evakuasi dan bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Hujan deras yang turun sejak sore hari memicu meluapnya sungai dan menyebabkan genangan meluas hingga ke permukiman warga, termasuk di kawasan Pasar Muara Aman. Selain banjir, longsor juga terjadi di beberapa titik dan mengganggu akses transportasi antarwilayah.
Gubernur Helmi menegaskan bahwa langkah tanggap darurat difokuskan pada penyelamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar korban. Ia memastikan bantuan awal mulai digerakkan sejak malam kejadian.
“Tim Basarnas sudah diberangkatkan dengan perlengkapan evakuasi, termasuk perahu karet dan perahu rafting. Besok pagi, tim dari BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas akan menyusul sekaligus mendirikan dapur umum,” ujarnya.
Untuk menangani dampak longsor yang memutus jalur transportasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung diturunkan dengan membawa alat berat guna membuka kembali akses yang tertutup material.
Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, menyebutkan bahwa tim gabungan juga membawa bantuan masa panik berupa sembako dan perlengkapan logistik bagi warga terdampak.
Di tingkat daerah, Penjabat Sekretaris Daerah Lebong, Syarifudin, memastikan seluruh unsur pemerintah setempat telah bersiaga penuh di lapangan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat.
Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak cukup parah, di antaranya Air Ngeai, Air Kotok, Air Uram, hingga Air Ketahun. Luasnya area terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi tim penanganan di lapangan.
Hingga kini, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten terus memantau perkembangan situasi. Dengan dukungan personel gabungan, armada evakuasi, dapur umum, serta alat berat, upaya difokuskan pada penyelamatan warga dan percepatan pemulihan akses di wilayah terdampak.***