Gubernur Helmi Hasan Dorong Transformasi Ekonomi Perhutanan Sosial, Bengkulu Dapat Dukungan Rp23,55 Miliar

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Kamis, 02 April 2026 | 15:47:00 WIB

KABARDARING.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong transformasi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam, khususnya melalui pengembangan perhutanan sosial dan komoditas unggulan kopi robusta.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki daerah harus mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang berada di sekitar kawasan hutan.

Menurutnya, Bengkulu memiliki kekuatan pada sektor kopi dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang perlu dikelola secara optimal melalui peningkatan nilai tambah dan tata kelola usaha yang lebih baik.

“Program ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan hutan,” ujar Helmi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Bengkulu saat ini tercatat sebagai produsen kopi terbesar kelima di Indonesia, dengan produksi mencapai sekitar 55 ribu ton atau 7,23 persen dari total produksi nasional pada tahun 2023.

Namun demikian, Helmi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama pada aspek kelembagaan, tata kelola usaha, hingga kualitas pascapanen yang perlu ditingkatkan secara bersama-sama.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah meluncurkan Program Kopi Merah Putih pada awal tahun 2026, yang difokuskan pada percepatan hilirisasi kopi serta penguatan ekonomi masyarakat desa.

Program tersebut juga sejalan dengan Strategi Transformasi Ekonomi Komunitas Perhutanan Sosial (PS) yang mendorong pengembangan model bisnis berbasis masyarakat.

Dalam program ini, Provinsi Bengkulu menjadi salah satu dari tujuh daerah di Indonesia yang mendapatkan dukungan pendanaan sebesar USD 1.453.904 atau setara Rp23,55 miliar.

Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kelembagaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta mendorong pengolahan hasil produksi agar memiliki nilai tambah.

Fokus pelaksanaan program berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong.

Di Bengkulu Utara, program menyasar sejumlah KUPS, di antaranya Mahkota Bukit Resam, Pesona Bukit Resam, Sumur Alam, Kopi Sako Lemo Nakai, dan Durian Tembaga. Selain itu, pengembangan juga mencakup sektor ekowisata dan ekonomi kreatif berbasis hutan.

Sementara itu, di Kabupaten Rejang Lebong, penguatan difokuskan pada rantai nilai kopi melalui sejumlah KUPS yang bergerak di bidang produksi green bean.

Gubernur Helmi Hasan optimistis program ini akan semakin memperkuat posisi Bengkulu sebagai salah satu sentra kopi robusta unggulan nasional.

“Bengkulu harus mampu mengelola potensi alamnya untuk kesejahteraan rakyat, dengan tetap menjaga kelestarian hutan,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kelompok usaha masyarakat, serta dukungan berbagai pihak, Pemprov Bengkulu menargetkan terwujudnya transformasi ekonomi hijau yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat. ***

Reporter: Redaksi