Empat Hari Besar Keagamaan Berdekatan, Menag Ajak Perkuat Persatuan Nasional

Menag Nasaruddin Umar di program Satu Meja The Forum di Kompas TV
Penulis: Redaksi
Kamis, 26 Maret 2026 | 06:27:08 WIB

KABARDARING.ID – Tahun 2026 menjadi momen langka bagi masyarakat Indonesia. Empat perayaan besar lintas agama dan budaya, yakni Ramadan, Prapaskah, Nyepi, dan Imlek yang jatuh dalam rentang waktu yang berdekatan. Fenomena ini disebut terakhir terjadi pada 1863 dan baru akan terulang kembali pada 2189.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menilai peristiwa ini bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan peluang besar untuk memperkuat persatuan bangsa.

“Ini adalah momentum spiritual yang sangat berharga. Di tengah berbagai tantangan global dan dinamika dalam negeri, kebersamaan lintas iman harus semakin diperkuat,” ujar Menag dalam program Satu Meja The Forum di Kompas TV, Rabu (25/3/2026).

Setelah perayaan Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, saat ini umat Kristiani tengah menjalani masa Prapaskah. Menag mengajak umat Kristen dan Katolik untuk memaknai periode ini sebagai waktu refleksi diri, pengendalian hawa nafsu, serta peningkatan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan dalam Ramadan maupun Prapaskah memiliki kesamaan, yakni mendorong umat untuk menjadi pribadi yang lebih jujur, empatik, dan peduli terhadap lingkungan sosial.

“Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai empati dan kepedulian sosial harus terus hidup, tidak berhenti pada ritual keagamaan saja,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa karakter masyarakat Indonesia yang terbiasa hidup dalam keberagaman menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni sosial. Tradisi maritim yang terbuka dan inklusif, menurutnya, telah membentuk pola interaksi yang egaliter di tengah perbedaan.

Lebih jauh, Menag menekankan pentingnya menyelaraskan nilai agama dengan nilai kebangsaan. Dalam hal ini, Pancasila disebut sebagai titik temu yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat.

“Nilai keagamaan dan kebangsaan tidak perlu dipertentangkan. Justru keduanya saling menguatkan dan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” jelasnya.

Menag berharap, beriringannya momen Prapaskah dan suasana Idulfitri dapat menjadi ruang mempererat solidaritas lintas iman. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa kejujuran, keadilan, toleransi, dan kebersamaan adalah nilai universal yang harus terus dijaga, tidak hanya saat perayaan, tetapi dalam kehidupan berbangsa,” pungkasnya. ***

Reporter: Redaksi